Pemerintah Seriusi Peta Jalan Nuklir

Tes/E-1
18/7/2016 04:41
Pemerintah Seriusi Peta Jalan Nuklir
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

PEMERINTAH mulai menyeriusi pembahasan program Reaktor Daya Eksperimental (RDE) sebagai bagian dari pembentukan peta jalan pengembangan nuklir di Indonesia.

Langkah itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan perlunya peta jalan itu.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto, menyebut program RDE sebagai langkah pertama penyiapan reaktor nuklir untuk sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagaimana dicanangkan dalam rencana umum energi nasional (RUEN).

"Dukungan seluruh stakeholder akan menentukan keberhasilan program RDE," jelas Djarot dalam pemaparannya saat rapat pembahasan peta jalan pengembangan nuklir di Kantor Bappenas, Jumat (15/7).

Dalam kebijakan energi nasional, opsi nuklir merupakan pilihan terakhir.

Meski demikian, menurut Dirjen Energi Baru Terbarukan (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana, berdasarkan arahan Presiden, peta jalan opsi pengembangan nuklir perlu segera dibuat.

Di tempat lain, Menteri ESDM Sudirman Said menerangkan, sesuai dengan RUEN, tindak lanjut opsi pengembangan nuklir untuk memenuhi bauran energi nasional dengan porsi EBT sebanyak 23% pada 2025 perlu segera dipersiapkan.

"Sudah waktunya kita menutup polemik tentang PLTN dan move on dengan langkah yang lebih progresif. Sesuai amanat RUEN, saatnya kini kita menyiapkan peta jalan untuk pembangunan PLTN," ujar Sudirman.

Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengisyaratkan agar pembentukan peta jalan segera dilakukan bersama antara Bappenas, Kementerian ESDM, Kemenristek Dikti, Batan, Bapeten, dan instansi terkait lain.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya