Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPOR daging sapi jenis potongan kelas dua (secondary cut) dan jeroan yang belakangan ini kembali dibuka telah menjadi perdebatan publik.
Bagaimana kebijakan yang sebelumnya dikunci rapat itu kini dibuka luas?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan itu kepada beberapa awak media dalam satu sesi wawancara di sela-sela kunjungannya ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/7).
Mengapa kebijakan impor secondary dan jeroan kembali dibuka?
Sudah lama kita tutup kebijakan impor secondary cut sejak 2011-2013.
Kemudian kita buka tahun ini.
Kenapa berubah?
Karena ada kepentingan negara dan rakyat.
Kita ingin membuat regulasi yang dibangun untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan saya, kelompok, atau pemerintah, sebab pemerintah ialah pelayan.
Jangankan permentan (peraturan menteri pertanian), UU pun kita revisi kalau rakyat menginginkan.
Apa yang dimaksud kepentingan rakyat?
Kami cek harga daging Rp120 ribu bahkan hingga Rp140 ribu. Kita tidak ingin rakyat menderita.
Kemudian harga jeroan juga menyentuh Rp90 ribu, padahal harga di luar negeri hanya US$1 atau setara Rp13 ribu.
Artinya, naik hingga 800%.
Kita ingin protein bagi rakyat tercukupi, terutama bagi masyarakat kecil yang kekurangan protein, yang bisa didapat dari daging sapi, jeroan, dan lainnya.
Namun, kebijakan ini menuai protes dan banyak yang menganggap Kementan tidak konsisten. Benarkah?
Saya tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat agar bisa mendapatkan manfaat dari kebijakan yang dikeluarkan.
Dulu kita ubah kebijakan dari country base ke zone base
Itu juga karena rakyat menginginkan. Setelah kita buka nanti dan kalau kita bisa beli jeroan dengan US$1 dan jika kita jual US$2-US$3 atau Rp30 ribu, tentu masyarakat senang.
Hal yang sama sudah kita lakukan di daging beku yang harganya bisa di bawah Rp80 ribu dari sebelumnya Rp120 ribu.
Turun 30% bagi rakyat itu luar biasa dan bisa turun hingga 50% itu sangat berharga.
Dengan regulasi itu kita bongkar, sudah pasti rakyat menikmati.
Apakah impor jeroan sama dengan impor daging beku, yaitu hanya sebagai opsi bagi masyarakat?
Benar, kita berikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih.
Saya tidak akan impor jika tidak dibeli orang.
Pengusaha kan tidak bodoh.Mana mungkin mau impor jika tidak laku.
Berapa banyak besaran impor jeroan?
Sangat kecil, maksimal 10%, bahkan mungkin bisa hanya 2%.
Tergantung kebutuhan saja, tetapi secondary cut bisa besar dan saya akan kasih guyur ke pasar, sampai harga turun. Regulasi itu dibuat untuk rakyat.
Bisa saja bulan depan berubah lagi sesuai dengan permintaan rakyat.
Ketika harga jatuh lagi sampai US$1 nanti, tentu kami langsung ubah lagi dan langsung batasi dengan cepat.
Kami sepakat harga jeroan Rp20 ribu-Rp30 ribu.
Tidak akan ganggu peternak lokal dengan impor secondary cut dan jeroan?
Kebijakan ini tidak akan ganggu peternak lokal sebab kami tidak menjual di pasar mereka.
Kita akan isolasi hanya di wilayah Jabodetabek saja yang kebutuhannya mencapai 90%.
Ini yang akan kita penuhi dengan impor.
Ini artinya bukan impor seenaknya, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan, bukan disesuaikan dengan keinginan.
Kebijakan ini terkesan hanya jangka pendek. Bagaimana dengan kebijakan jangka panjangnya?
Betul, ini memang kebijakan untuk jangka pendek dan bukan untuk jangka panjang sebab kita juga ingin ada punya peternakan sendiri sehingga impor ini tidak konstan dan suatu saat akan menurun seiring dengan peningkatan produksi yang kita lakukan.
Kapan hal itu akan dilakukan?
Arahan Presiden sekitar 9 tahun lagi kita akan swasembada.
Kita kuat di wilayah NTB dan juga NTT. Kita akan menggunakan strategi IB (inseminasi buatan) yang besaran sapi lokal mencapai tiga kali lipat daripada yang ada. Jadi, kalau butuh 1 juta ton hanya butuh 400 ribu ekor karena IB.
Strategi apa lagi yang dilakukan?
Selain menggunakan IB, kita akan buka lahan 1 juta hektare untuk investasi sapi dari Brasil dan sudah jalan, Australia juga sudah masuk, begitu juga Tiongkok.
Kita buka investasinya.
Kita juga akan melakukan impor indukan.
Nanti pajak impor indukan akan dikurangi. Kami sudah usulkan dan sudah disetujui DPR.
Juga kami sudah usulkan di rakor agar pajak itu nanti akan dibebaskan dan Menteri Keuangan sudah setuju terkait pajaknya, Jadi, tunggu saja realisasinya.
Kita masih butuh waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved