Insentif Blok Masela belum Dirundingkan

(Tes/E-2)
16/7/2016 03:20
Insentif Blok Masela belum Dirundingkan
(Caksono)

INVESTOR Blok Masela telah meminta sejumlah insentif kepada pemerintah agar pengerjaan proyek dengan skema kilang darat itu dapat ekonomis. Sembari menunggu revisi plan of development (PoD), salah satu poin usulan insentif ialah penambah-an bagi hasil (split) 50%-60% bagi investor. Saat menanggapi itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pemerintah belum menyepakati usulan itu.

Menurutnya, pemerintah masih mendalami keinginan investor Blok Masela Inpex Corporaton setelah adanya perubahan skenario pembangunan. "Mereka mengajukan syarat-syarat, tapi belum ada kesepakatan atau diskusi mengenai angka-angkanya," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/7).

Inpex juga mengusulkan agar tingkat pengembalian investasi (internal rate of return/IRR) minimal 12%. Kemudian, kepastian perpanjangan kontrak selama 30 tahun menjadi 2058 maupun tax holiday 15 tahun. Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu berharap pengembangan Blok Masela tidak tertunda. Jika Inpex mengajukan revisi PoD setelah 2019, waktu produksi Blok Masela akan kian molor. "Kasihan orang Maluku sudah sangat menunggu," cetus Said yang mengatakan proyek Masela membutuhkan investasi sebesar US$22 miliar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya