Neraca Perdagangan Juni Surplus

Gabriela Jessica Sihite
15/7/2016 10:56
Neraca Perdagangan Juni Surplus
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

NERACA perdagangan pada Juni 2016 tercatat surplus US$900,2 juta. Surplus tersebut disebabkan nilai ekspor yang mencapai US$12,92 miliar, sedangkan nilai impor sebesar US$12,02 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan ekspor selama Juni 2016 naik 12,18% dari Mei 2016. Dia menilai selama bulan lalu, beberapa komoditas yang diekspor mengalami kenaikan secara volume maupun harga. Salah satunya, batu bara yang volumenya naik 4,13%.

"Kenaikan ekspor Juni ini karena ada kenaikan volume dan harga dunia. Dari 22 komoditas yang kami perhatikan, 19 di antaranya harganya semakin baik," ucap Suryamin di kantornya, Jakarta, Jumat (15/7).

Selain itu, dia mengklaim ekspor bulanan tersebut merupakan nilai ekspor terbesar sejak Juli 2015.

Adapun menurut sektornya, Suryamin mengatakan nilai ekspor produk industri manufaktur pada Juni 2016 naik 9,03% dari Mei 2016. Selain itu, ekspor produk pertanian naik 21,7%.

"Semoga ini terus naik karena kalau ini kan Juni saat masa puasa. Biasanya puasa impor lebih besar, tapi ini ekspor yang lebih besar," tukas Suryamin.

Adapun nilai impor Juni 2016 tercatat US$12,02 miliar atau naik 12,18% dari Mei 2016. Impor naik lantaran seluruh golongan barang mengalami kenaikan, yakni bahan baku dan penolong naik 4,26%, barang modal naik 20,7%, dan barang konsumsi naik 14,2% dari Mei 2016.

"Ya semoga ini menunjukan pembangunan infrastruktur makin digenjot dan barang konsumsi yang banyak diimpor juga tidak hanya konsumsi makanan. Barang konsumsi perang, seperti peluru, amunisi, dan tang naik," imbuh Suryamin. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya