Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei menyebutkan pelajar Indonesia berkontribusi dalam mengembangkan industri properti perumahan di Australia dari beragam kebutuhan pemakaian. Hal tersebut terungkap dalam Property Affordability Sentiment Index Survey 2015 yang menyebutkan 21% investor properti Indonesia memilih berinvestasi di luar negeri untuk alasan rencana pendidikan anak.
"Pendidikan memang menjadi salah satu pendorong industri properti dan jenis hunian yang menjadi incaran konsumen maupun investor ialah apartemen," kata Country Manager Rumah.com Wasudewan di Jakarta, Kamis (14/7). Ia menjelaskan setiap tahun, ada ribuan mahasiswa baru yang membutuhkan tempat tinggal, dan itu merupakan pasar yang menarik.
Dengan alasan keterbatasan lahan dan harga yang relatif lebih bagus, apartemen menyediakan banyak fasilitas pendukung dengan akses terjangkau, seperti kolam renang, pusat belanja atau area studi yang nyaman di lingkungan sekitar.
Bahkan, menurut Property Affordability Sentiment Index Survey 2015 yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga riset Added Value Saffron Hill, Australia, merupakan salah satu negara yang diincar para investor properti Indonesia, selain Singapura, Malaysia, Amerika Selatan, dan Kanada pada 2016. Sementara itu, lembaga penyalur pelajar Indonesia mengakui hal itu.
"Di Australia, terdapat sekitar 16 ribu pelajar Indonesia yang menuntut ilmu," kata Aimee Sukesna, head of marketing and public relations dari lembaga pendidikan Uni Sadhu Guna, yang memfasilitasi para pelajar Indonesia untuk siap melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus kelas dunia, termasuk Australia.
Sepanjang 2015, sekitar 645 ribu pelajar internasional di Australia dan berkontribusi sekitar S$19 miliar pada ekonomi 'Negeri Kanguru' tersebut. Menurut Aimee, harga sewa hunian yang tinggi di Australia menjadi stimulus tingginya investor properti yang datang dari para pelajar asing.
"Misalnya, untuk biaya sewa mingguan di area Melbourne dan Sydney mencapai S$300 sampai dengan S$600. Sementara itu, di Perth sedikit lebih rendah, mulai dari S$150-S$300 per minggu. Pada akhirnya, orangtua lebih memilih untuk menyicil unit apartemen dan rumah sebagai penginapan anak-anak mereka," jelas Aimee.
"Beberapa orangtua, katanya, ada yang melakukan transaksi pembelian sekitar 5 tahun sebelum tahun ajaran dimulai, sehingga keuntungan (return of investment) yang didapat bisa menjadi uang pangkal atau bahkan menutup biaya total perkuliahan," tambahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved