Genjot UKM, Pemerintah Jalin Kerja Sama dengan Korsel

Andhika Prasetyo
14/7/2016 14:40
Genjot UKM, Pemerintah Jalin Kerja Sama dengan Korsel
(MI/Ramdani)

PEMERINTAH, melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), menjalin kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel) dalam upaya mengembangkan industri UKM di masing-masing negara.

“Ini adalah tindak lanjut dan realisasi dari penandatanganan kerja sama yang telah dilakukan di Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat, 16 Juni silam,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di Jakarta, Kamis (14/7).

Saat ini, lanjutnya, kerja sama nyata yang akan segera dilakukan adalah pembukaan kedai kopi Indonesia di kawasan Bojeong-Dong, Seoul, Korsel, yang kopinya didatangkan langsung dari Bandung, Denpasar, dan Temanggung.

Kopi ditunjuk sebagai produk awal yang dipasarkan di Korsel karena sebagian besar masyarakat Negeri Ginseng itu merupakan penggemar berat minuman tersebut.

Selain itu, berbagai macam pelatihan juga akan diberikan kepada pelaku UKM tanah air. Korsel yang merupakan negara dengan produk roti terbaik akan mengirimkan para tenaga ahli untuk mengajarkan bagaimana menghasilkan roti dengan kualitas bagus.

“Nanti, roti itu juga akan diekspor ke sana,” ucap Puspayoga.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menyebutkan pihaknya bersama pemerintah Korsel akan segera membentuk joint committee untuk membahas produk lain yang potensial untuk dipasarkan di negara tersebut serta negara-negara lainnya.

“Tidak hanya pangan saja, tapi juga produk lain. Bisa jadi otomotif. Kita tahu banyak produk otomotif Korsel yang ada di Indonesia, seperti Kia dan Hyundai. Jadi kita bisa kembangkan UKM untuk bisa memproduksi peralatan dan perlengkapan otomotif, tidak perlu impor,” tutur I Wayan.

Kendati tidak menargetkan nilai secara pasti, dari kerja sama yang dijalin dengan Korsel saat ini, I Wayan menyebutkan Indonesia bisa mendapatkan pendapatan yang luar biasa.

“Untuk kopi saja, kalau Indonesia bisa ekspor 10 ton kopi per tahun, dikali saja 35 ribu per kilogram. Kan sudah besar,” paparnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang juga terlibat langsung dalam kerja sama itu, sangat menyambut baik langkah pemerintah dengan menggandeng Korsel.

“Bandung adalah kota UKM. Sebanyak 60% warganya berkecimpung di sana. Dari sana pula ekonomi kami bisa tumbuh 8%. Jadi jelas kami sangat dukung,” ujar Ridwan.

Untuk bisa terus memajukan UKM di seluruh Tanah Air, Ridwan mengatakan Indonesia tidak boleh segan untuk belajar banyak dari Korsel.

“Industri UKM Korsel sudah jauh melompat, padahal kita merdeka hampir bersamaan. Keberpihakan APBN mereka terhadap UKM sangat luar biasa. Itu juga yang menyebabkan drama dan musiknya bisa mendunia,” sambungnya.

Hal serupa disampaikan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Ia mengatakan selama berkecimpung di pemerintahan, tidak ada sekalipun kontak bisnis UKM yang difasilitasi pemerintah.

“Ini baru pertama kali. Ini adalah satu hal yang tepat untuk dilakukan," ucapnya.

Ia menambahkan, yang paling dibutuhkan oleh pelakuk UKM Tanah Air saat ini adalah fasilitas untuk melebarkan jaringan ke dunia luar.

Adapun, dari pihak Korsel, Mantan Presiden Internasional Council for Small Business (ICSB) Ki Chan-Kim mengatakan kerja sama yang dilakukan dengan Indonesia didasarkan pada sejarah dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini.

“Sekitar 60 tahun lalu, kami bukan apa-apa. Lalu kami tumbuh besar, itu karena UKM. Maka dari itu, kami akan senantiasa membantu siapa saja yang ingin memajukan industri tersebut,” ujar Chan-Kim.

Ia juga mengatakan faktor kedekatan antara Indonesia dan Korsel menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Kita sudah bersahabat sejak lama. Saya harap ini akan terus berlangsung dengan baik dan kita bisa mencetak sejarah,” tegasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya