Konsumsi Premium Berkurang 2.000 Kl

MI/Mus/Jes/X-10
22/7/2015 00:00
Konsumsi Premium Berkurang 2.000 Kl
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
PENGOPERASIAN jalur Tol Cikopo-Palimanan selama masa Lebaran telah berdampak pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Meski jumlah kendaraan mudik meningkat tajam, konsumsi BBM premium dan solar menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu. Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan penurunan konsumsi premium dan solar mencapai angka 6% jika dibandingkan dengan masa Lebaran 2014 lalu.

Pada hari-hari normal konsumsi premium sebanyak 83 ribu kiloliter (kl) dan konsumsi tertinggi pada H-1 Lebaran tahun ini mencapai 107 ribu kl. Adapun konsumsi tertinggi premium pada Lebaran 2014 sebanyak 179 ribu kl. Jalur pantai utara (pantura) Jawa menyumbang konsumsi selama arus mudik sebanyak 60% dari konsumsi nasional.

"Turunnya konsumsi ini lebih disebabkan tahun ini tidak terjadi kemacetan yang sangat parah seperti tahun lalu, dan sudah ada tambahan jalan tol yang cukup panjang sehingga relatif lancar," kata Bambang kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin. Adapun faktor utama turunnya konsumsi BBM jenis solar, menurutnya, antara lain akibat larangan beroperasinya truk dan kendaraan berat selama masa Lebaran 2015.

Turunnya konsumsi premium itu juga seiring dengan kesadaran masyarakat menggunakan BBM jenis pertamax yang memang lebih baik bagi mesin kendaraan. Pada H-1 Lebaran tahun ini konsumsi pertamax naik 11 ribu kl dari rata-rata konsumsi harian 8.000 kl. Sementara itu, data volume kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek pada H-7 hingga H+1 naik 116% dari volume kendaraan mudik tahun lalu.

"Pada 2014 lalu lintas yang masuk ke Jakarta-Cikampek sebanyak 835.168 kendaraan, sedangkan tahun ini mencapai 968.428 kendaraan," ujar Humas Tol Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto, ketika dihubungi, kemarin. Meski konsumsi BBM cenderung turun saat Lebaran tahun ini, Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir memastikan konsumsi listrik pada Lebaran tahun ini naik ketimbang tahun lalu karena rasio elektrifikasi setiap tahunnya juga meningkat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya