BTN dan ITB Cetak Developer Baru

Anastasia Arvirianty
14/7/2016 09:45
BTN dan ITB Cetak Developer Baru
(Dirut BTN Maryono (kanan) bersama Dekan Sekolah Bisnis Manajemen ITB Sudarso Kaderi Wiryono seusai penandatanganan naskah perjanjian kerja sama BTN dengan SBM ITB---ANTARA/Reno Esnir)

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melakukan percepatan realisasi Program Satu Juta Rumah pemerintah dengan mencetak pengusaha properti pemula lewat kerja sama bidang pendidikan dan pelatihan properti dengan Institut Teknologi Bandung.

"Kita perlu menambah developer baru sebagai pemenuhan Program Satu Juta Rumah. Salah satunya kita lakukan percepatan dengan bekerja sama dengan (program mini-MBA bidang properti) ITB," ujar Direktur Utama BTN Maryono seusai menandatangani perjanjian kerja sama pendidikan dan pelatihan bidang properti dengan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB di Gedung Menara BTN, Jakarta,kemarin.

Menurut Maryono, program pendidikan di bidang properti yang dilakukan bersama ITB bisa menambah jumlah developer perumahan yang ada di Indonesia.

"Kalau dulu hanya dikerjakan 5.000 developer, nanti kalau satu tahun bisa nambah 1.000. Itu bisa jadi 6.000. Dengan 6.000 (developer) ini, kita bisa lakukan percepatan," ujar Maryono.

Bahkan dia meyakini jumlah pembangunan bisa lebih dari 1 juta rumah dengan bertambahnya 1.000 developer yang akan dicetak melalui program mini-MBA di bidang properti.

Maryono mengatakan BTN dan SBM ITB menargetkan memberikan 500 sertifikat pada peserta didik mini-MBA pada 2016. Selanjutnya, pada tahun depan target lulusan mini-MBA ditingkatkan menjadi seribu.

Peserta mini-MBA akan mendapat pendidikan selama satu bulan dengan materi teori dan praktik realestat dan properti yang setara dengan tiga SKS (sistem kredit semester).

Dia menambahkan, beberapa lulusan terbaik program mini-MBA akan mendapatkan bantuan dana langsung dari BTN. Selain bisa mempercepat realisasi program sejuta rumah, Maryono meyakini program pendidikan bidang properti tersebut juga bisa menambah nasabah BTN dan mengurangi pengangguran dengan menambah tenaga kerja.

Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi menambahkan, kerja sama dengan BTN itu diharapkan dapat memberi manfaat terutama dalam mencetak pengusaha muda yang kompeten di bidang properti. "Ini merupakan tindak lanjut dan realisasi dari apa yang sudah kami sepakati sebelumnya di Bandung, dan ini adalah momentum bagus."

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya berkomitemen untuk memberikan dukungan percepatan program sejuta rumah dengan membantu mencetak pengembang muda yang memiliki kompetensi untuk memproduksi rumah baru.

Tampung repatriasi
Terkait dengan penunjukan BTN sebagai salah satu bank penampung dana hasil dari tax amnesty, Maryono mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan instrumen yang tepat.

Instrumen tersebut bisa berbentuk deposito, negotiable certificate of deposit (NCD), efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP), obligasi negara ritel Indonesia (ORI), dan sukuk. "Sebagai bank persepsi, kami sudah mempersiapkan diri. Kami akan melakukan penampungan dan mungkin bisa (menampung) sampai Rp50 triliun," ujarnya.

Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko menambahkan, jumlah tersebut merupakan jumlah terhitung hingga tahun depan. Kalau sampai akhir tahun ini proyeksi dana serapannya sekitar Rp30 triliun. "Nanti Maret tahun depan mungkin tambah Rp20 triliun-Rp30 triliun lagi," tuturnya.

Saat ini, pihaknya juga telah mempersiapkan tim untuk melakukan sosialisasi terkait dengan tax amnesty, baik dari segi potensi-potensi dana masuk dari kebijakan tersebut, serta teknis pelaksanaannya. Untuk sosialisasinya sendiri, akan dimulai serentak dengan enam bank persepsi lainnya.

"Sosialisasi akan dimulai secepatnya. Untuk internal sendiri kita sudah sosialisasi. Nanti berikutnya ada pelatihan lagi, terus nanti baru kami sosialisasi lagi ke para nasabah," tandas Iman.(Ant/B-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya