Kemenkop UKM Latih Masyarakat Perbatasan

Andhika Prasetyo
05/7/2016 09:55
Kemenkop UKM Latih Masyarakat Perbatasan
()

KEMENTERIAN Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) melatih para istri dan keluarga nelayan di Kecamatan Ranai, Kepulauan Riau, untuk berwirausaha olahan ikan laut. Dengan pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki sumber pendapatan alternatif .

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop UKM Prakoso BS mengatakan membekali masyarakat di wilayah perbatasan khususnya Natuna dengan kemampuan wirausaha adalah suatu hal yang sangat penting.

"Wirausaha bisa menjadi alternatif bagi masyarakat perbatasan untuk meningkatkan taraf hidup mereka sehingga kami menganggap perlunya memberikan bekal pendidikan dan pelatihan kewirausahaan dan koperasi bagi mereka," ujar Prakoso.

Pada pelatihan tersebut, sebanyak 80 peserta dibagi dalam dua angkatan.

Pelatihan diberikan dengan mendatangkan instruktur dari luar Natuna, dengan tujuan para peserta mendapatkan nilai ekonomi yang lebih melalui diversifikasi produk-produk olahan pangan dari bahan baku lokal berupa ikan laut dan pisang.

"Materi pelatihan mencakup kewirausahaan dan perkoperasian, serta pelatihan keterampilan pengolahan panganan berbahan baku ikan dan pisang," jelasnya.

Selama itu, masyarakat di Kabupaten Natuna hanya mengolah ikan laut menjadi kerupuk atom. Kini, setelah digelarnya pelatihan mereka bisa mengembangkan produk olahan ikan yang lain seperti nugget ikan, baso ikan, dan lain-lain.

Sementara pisang tidak melulu menjadi gorengan pisang tapi bisa diolah menjadi kue bolu, cake, molen, dan sale pisang.

Prakoso menambahkan pihaknya ke depan akan terus menindaklanjuti dan mendampingi para peserta pelatihan dengan materi pengemasan produk dan perluasan produk.

Menurut dia, hal itu diperlukan agar usaha masyarakat semakin berkembang. "Diharapkan juga dengan pelatihan ini akan tumbuh produk-produk baru yant akan menjadi unggulan dari Natuna."

Hal itu juga tidak menutup kemungkinan bahwa produk yang dihasilkan bisa menjadi ikon daerah yang bisa menjadi daya tarik wisata yang pada akhirnya mendatangkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan begitu masyarakat di daerah perbatasan tidak lagi merasa tidak diperhatikan oleh pusat. Sebab pemerataan pendapatan juga dirasakan oleh masyarakat sekalipun di daerah perbatasan atau terluar," imbuh Prakoso.

Adapun Kepala Dinas Koperasi dan UKM Natuna Sri Hariningsih menyambut baik dan berhatap kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

"Potensi alam Natuna masih belum banyak mendapat sentuhan dan masih harus terus di kembangkan. Maka dengan diberikannya pelatihan, diharapkan masyarakat Natuna dapat mengembangkan potensi ekonominya yang berbasis ikan hasil laut dan perkebunan khususnya pisang," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya