Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) membukukan inflasi atau kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2016 sebesar 0,66%. Inflasi tersebut naik dari periode Mei 2016 yang sebesar 0,24%.
Kepala BPS Suryamin menyebut penyumbang inflasi pada Juni 2016 ialah kenaikan berbagai harga pangan dan tarif angkutan. Beberapa di antaranya, tarif angkutan udara, harga daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, gula pasir, kentang, wortel, beras, bayam, apel, tarif listrik, emas perhiasan, tarif angkutan antar kota, dan daging sapi.
Adapun harga daging ayam ras selama Juni 2016 naik 8,27% dari Mei 2016. Di samping itu, harga telur ayam ras naik 5,86%, gula pasir naik 6%, kentang naik 17,9%, wortel naik 27,16%, dan bayam naik 7,55%.
Kenaikan harga-harga tersebut dinilai Suryamin terjadi karena tingginya permintaan di tingkat masyarakat selama masa puasa.
"Selama puasa, permintaan daging ayam, gula pasir, kentang, wortel, bayam, dan pangan lainnya naik. Ada pula yang karena harga di distributornya juga sudah naik, yaitu daging ayam ras. Yang paling menyeluruh kenaikan harganya ialah gula pasir yang terjadi di 81 dari 82 kota IHK," ucap Suryamin saat konfrensi pers di kantornya, Jumat (1/7).
Selain itu, beberapa komoditas pangan yang juga mengalami kenaikan harga, antara lain harga ikan segar yang naik 2,15% dan harga beras naik 0,58%. Kedua komoditas tersebut naik karena pasokan berkurang.
Suryamin mengatakan hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan akibat tidak mendukungnya cuaca di laut. Sejumlah daerah mengalami kemarau basah selama bulan lalu, sehingga gelombang air laut tinggi dan nelayan tidak bisa melaut.
"Kalau harga beras naik karena masa panen raya sudah berakhir dan pasokan mulai berkurang," tutur Suryamin.
Apel pun disebutkan Suryamin turut menjadi 10 besar komoditas penyumbang inflasi pada Juni 2016. Kenaikan harga apel yang mencapai 5,62% dari Mei 2016 disebabkan oleh melonjaknya harga buah impor.
"Harga apel ini naik di 69 kota IHK," cetus Suryamin.
Selama bulan puasa, tarif-tarif angkutan udara pun menunjukan kenaikannya dan menyumbang inflasi bulan lalu. Kenaikan harga tarif angkutan udara naik sampai 8,27% dari Mei 2016.
Suryamin menilai hal tersebut terjadi karena lonjakan permintaan menjelang libur Lebaran. Pun, libur anak sekolah yang juga terjadi pada bulan lalu disinyalir menjadi alasan lonjakan permintaan angkutan udara.
"Menjelang libur Hari Raya, tarif angkutan antar kota juga naik 2,87%. Terjadi paling banyak di Bandung dan Tangerang yang masing-masing tarifnya naik 10%. Di Medan dan Banjarmasin naik 8%," papar Suryamin.
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo menilai inflasi Juni sebesar 0,66% masih dikatakan terkendali karena di bawah 1%. Pada Juli ini pun BPS memperkirakan masih akan terjadi inflasi, tetapi tetap terkendali.
"Juli ini masih dalam kondisi Lebaran di pekan pertama, lalu setelahnya libur panjang anak sekolah masih terjadi. Jadi kita perkirakan masih inflasi, cuma terkendali di bawah 1%," tukasnya.
Sasmito pun beranggapan inflasi pada bulan ini akan lebih disumbang oleh kenaikan harga makanan jadi. Masih panjangnya masa liburan diprediksi Sasmito akan mengkerek permintaan makanan siap saji dan bisa turut menaikan harga makanan jadi dan olahan.
Selain itu, tarif angkutan dikhawatirkan masih akan terus melambung naik. Karena itu, BPS mengingatkan pemerintah untuk menjaga tarif angkutan, baik darat, udara, dan laut agar tetap terkendali meski permintaan melonjak.
"Tarif angkutan ini yang masih kita khawatirkan. Semoga kenaikan di Juni tidak membuat naik lagi di bulan ini. Kalau harga kebutuhan pokok kita prediksi bisa stabil atau turun di pekan kedua Juli setelah Lebaran," imbuh Sasmito. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved