Pemerintah Akan Bangun Kawasan Sentra Apel

Andhika Prasetyo
01/7/2016 14:27
Pemerintah Akan Bangun Kawasan Sentra Apel
(Antara/Ari Bowo Sucipto)

DIREKTUR Buah dan Florikultura Kementan Suwarno Edhy mengungkapkan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan produksi apel guna menurunkan ketergantungan impor akan buah tersebut.

“Kami sudah mengembangkan studi untuk meningkatkan produksi apel dalam negeri. Kami akan mengembangkan kawasan-kawasan yang nantinya akan menjadi sentra apel,” ujar Suwarno, Jumat (1/7).

Ia mengatakan, beberapa wilayah sudah disiapkan untuk menopang rencana tersebut. “Ada beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi. Kami akan mengoptimalkan daerah-daerah tinggi karena pertumbuhan apel sangat baik di kondisi itu,” lanjutnya.

Program tersebut, papar Suwarno, saat ini, sudah mulai digiatkan. “Dengan ini kami harap tiga tahun ke depan produksi apel sudah bisa penuhi kebutuhan dalam negeri.”

Untuk saat ini, Suwarno mengakui produksi apel lokal masih sangat minim dan belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Tahun lalu, produksi apel sekitar 340 ribu ton, naik sektiar 15% dari 2014. Tapi itu masih belum cukup, jadi kami impor 84 ribu ton,” jelas Suwarno.

Kendati demikian, pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi apel saja, tetapi juga buah-buah yang berorientasi ekspor, seperti jeruk, alpukat, nanas, manggis, pisang, mangga, rambutan, salak, papaya, melon, semangka dan durian.

Terkait impor apel yang cukup tinggi sehingga menjadi salah satu faktor penyebab inflasi, Sekretaris Jenderal Direktur Jenderal Hortikultura Yasid Taufik mengatakan itu adalah hal yang wajar.

“Itu kan karena adanya perubahan harga. Sementara pemerintah belum punya instrumen yang bisa membatasi harga tinggi dan harga rendah suatu komoditas,” ucap Yasid.

Pada 2015, volume ekspor buah Indonesia mencapai 270 ribu ton, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 239 ribu ton. Adapun, nilai ekspor 2015 mencapai US$290 juta, sedangkan di 2014 hanya US$233 juta. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya