Holding BUMN Migas Harus Selesaikan Masalah Energi

Wibowo
01/7/2016 10:19
Holding BUMN Migas Harus Selesaikan Masalah Energi
()

PUSAT Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menilai rencana pembentukan holding BUMN Migas belum menyelesaikan permasalahan dan tantangan energi nasional. Salah satunya adalah berkurangnya produksi minyak hingga mencapai 389 ribu barel/hari pada 2020.

Padahal dari sisi permintaan kebutuhan minyak dan gas naik drastis seiring meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Belum lagi dengan bertambahnya jumlah penduduk, khususnya kelas menengah yang naik menjadi 85 juta di tahun 2020 dari 45 juta pada 2010.

Kepala Pusat Studi Energi UGM Deendarlianto mengatakan pemerintah juga harus melakukan diversifikasi energi lantaran cadangan minyak Indonesia hanya 0,3% dan gas hanya 1,7% di dunia. Sementara migas masih menjadi andalan energi nasional yang mencapai 70% dari total kebutuhan energi.

Oleh karena itu restrukturisasi BUMN di bidang migas haruslah mampu mendorong konsep bauran energi di suatu negara, baik sebagai produsen maupun konsumen. Holding BUMN hendaknya mampu menuju pada availability, affordability, dan accessibility untuk migas di Indonesia.

Ia menambahkan pentingnya peran migas memang sebaiknya direspon dengan strategi yang menjadi solusi dari permasalahan sektor tersebut.
"Rencana pembentukan holding BUMN Migas perlu disikapi dan dikaji lebih dengan matang dari berbagai aspek pendukung, antara lain korporasi, efek terhadap investasi, kesesuaian regulasi, dan perbandingan teknis," urainya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (1/7). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya