Indonesia-Malaysia Sepakat Perlonggar Perdagangan di Perbatasan

Gabriela Jessica Sihite
30/6/2016 21:25
Indonesia-Malaysia Sepakat Perlonggar Perdagangan di Perbatasan
(Ilustrasi)

PEMERINTAH Indonesia dan Malaysia sepakat untuk melonggarkan perdagangan di wilayah-wilayah perbatasan kedua belah negara. Masyarakat kedua negara diwacanakan akan lebih mudah berbelanja lebih banyak secara lintas negara.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan pihaknya menginginkan perdagangan di perbatasan Entikong-Tebedu dan Nunukan-Tawau semakin berkembang dan dipermudah. Indonesia dan Malaysia sepakat memperbaharui perjanjian perdagangan di wilayah perbatasan dalam waktu dekat.

"Kami bermaksud memperbaharui perjanjian itu dalam waktu dekat karena perjanjian itu ada sudah sejak 1970an. Kita mau perdagangan di perbatasan Indonesia-Malaysia bisa lebih modern dan segar," ucap Lembong di Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut Lembong, total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$16 miliar pada tahun lalu. Besaran itu malah turun 21,5% jika dibandingkan dengan 2014.

Dengan mempermudah perdagangan di wilayah perbatasan, pemerintah menargetkan total perdagangan Indonesia-Malaysia bisa menjadi US$30 miliar per tahun. "Ini sudah menjadi kesepakatan kita juga agar nilai perdagangan kita sampai US$30 miliar per tahun dalam waktu secepat-cepatnya," tukas dia.

Karena itu, pemerintah kedua negara tengah melihat aturan-aturan yang akan direvisi agar perdagangan perbatasan bisa lebih mudah. Namun, Lembong juga bakal mengantisipasi lebih banyaknya barang Malaysia yang masuk ke Indonesia.

Hal itu dinilainya bisa dicegah dengan membangun industri-industri kecil, toko-toko ritel, dan mengembangkan sektor jasa di daerah-daerah perbatasan. Lembong beranggapan dengan banyaknya industri kecil di wilayah-wilayah perbatasan, seperti Entikong dan Nunukan, barang dari Indonesia justru bisa lebih banyak yang mengalir ke Malaysia.

"Sudah banyak industri kecil yang mau bangun di perbatasan yang berpotensi menciptakan tenaga kerja yang besar. Saya kira ini permulaan yang baru dari target kita. Semoga sebelum Agustus, masing-masing kita sudah menyampaikan hal ini ke kepala negara masing-masing. Perdagangan di perbatasan harus segar sesuai era sekarang," papar Lembong. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya