Jepang Tawarkan Proyek Shinkansen Senilai Rp60 Triliun
Pol/Ire/Arv/X-4
11/7/2015 00:00
(AP/Shizuo Kambayashi)
JEPANG menawarkan proposal proyek KA cepat Shinkansen Jakarta-Bandung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, kemarin.
Menurut Menko Perekonomian Sofyan Djalil, proposal yang disampaikan utusan khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi tersebut lebih detail dan konkret dengan total investasi sekitar Rp60 triliun.
"Jauh lebih baik daripada proposal yang kami terima sebelumnya."
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan menambahkan Presiden berharap proyek KA cepat itu bisa direalisasikan tahun ini.
"Presiden akan menunjuk konsultan khusus untuk menilai proposal tersebut. Nanti Menko Perekonomian yang tunjuk, belum diputuskan."
Dengan KA cepat tersebut, menurut Sofyan, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 34 menit dan Jakarta-Surabaya 2,5 jam.
Pemerintah Jepang juga menawarkan pinjaman lunak tanpa anggunan.
Selain menjadi solusi transportasi, proyek KA cepat ini menyerap banyak tenaga kerja.
Selain menawarkan proposal KA cepat, pemerintah Jepang juga menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Mereka siap membangun listrik 35 ribu Mw. Mungkin Jepang mengambil sampai dengan 12.500 Mw ditambah dengan membangun jaringan kabel bawah laut di Selat Sunda," ungkap Sofyan.
Sebelumnya, Presiden Panasonic Corporation Kazuhiro Tsuga saat bertemu Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan akan memperluas bisnis di Indonesia meskipun ekonomi di Tanah Air sedang melambat.
Sementara itu, Kepala BKPM Franky Sibarani menegaskan pihaknya telah melakukan tinjauan terhadap 54 proyek investasi dari total 100 proyek.
"Kami memastikan proyek tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Indonesia. Dari 54 proyek senilai total US$13,65 miliar, dipastikan menye rap 44.000 tenaga kerja dengan total kontribusi ekspor US$3,33 miliar per tahun atau setara Rp47 triliun. Untuk investasi sektor riil tidak ada masalah," tandas Franky.
Dari 54 proyek, kini 2 di antaranya telah terealisasikan dan siap untuk berproduksi tahun ini dengan nilai investasi sebesar US$705,52 juta.