Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Listrik Negara (persero) mencatatkan laba bersih Rp5,01 triliun selama Januari-Maret 2016. Laba itu diperoleh dari peningkatan penjualan listrik dan penghematan subsidi. Sepanjang triwulan I 2016 PLN menghemat subsidi listrik Rp747 miliar, sementara volume penjualan listrik tumbuh 8,15% dari periode yang sama tahun lalu. "Meski sebenarnya tidak mengejar laba, kita targetkan laba tahun ini lebih besar dari 2015. Kita cenderung mengejar rasio elektrifikasi karena kita BUMN PSO (yang disubsidi pemerintah)," tutur Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto di Kantor PLN Pusat, Jakarta, rABU (29/6).
Selama 2015, PLN mencatatkan laba bersih Rp15,59 triliun, naik 11,3% dari Rp14 triliun di 2014. Perolehan itu berasal dari penjualan listrik yang naik 2,14% dan penghematan subsidi Rp42,8 triliun. BUMN kelistrikan itu juga membukukan efisiensi dari berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2 juta kiloliter senilai Rp36,4 triliun. "Itu membuat PLN bisa berhemat sehingga subsidi listrik 2015 turun Rp42,8 triliun," ucapnya. Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN Amir Rosidin menambahkan, di periode itu tingkat susut daya listrik turun tipis ari akhir Desember 2015 yang mencapai 9,8%.
"Di triwulan I 2016 tingkat susut 9,6%. Dari susut teknis karena kondisi jaringan 7%, sisanya nonteksis karena pemakaian ilegal," papar Amir. Pihaknya menargetkan di akhir 2016 tingkat susut daya listrik mencapai 8,8% yang akan menghasilkan penghematan triliunan rupiah. "Tiap penurunan susut 1% bisa hemat Rp3,2 triliun," ucapnya.
Sebelumnya, di tempat yang sama, PLN juga memperoleh kucuran kredit modal kerja (KMK) Rp15 triliun dari Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. Ketiga bank pelat merah itu juga memberi fasilitas noncash loan (NCL) Rp12 triliun untuk membantu proses pengadaan perseroan dan grup usaha serta fasilitas treasury line US$ 950 juta untuk pembayaran kewajiban valuta asing dan lindung nilai (hedging) atas kewajiban valuta asing. "Kas PLN sangat kuat, tetapi pertumbuhan elektrifikasi akan terus naik. PLN harus mengejar pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan listrik di 2019," ungkap Direktur Utama PLN Sofyan Basir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved