Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kewajiban spin-off unit usaha syariah (UUS) paling lambat 2024 mendatang, Asuransi Manulife Indonesia segera melepas UUS milik mereka. Kepala Unit Syariah Manulife Indonesia Yetty Rochyatini menyatakan pihaknya siap mandiri. Menurutnya, semua dokumen sudah diserahkan kepada OJK dan saat ini sedang dalam tahap pengkajian syarat dan ketentuan.
"Kami sedang menunggu kualifikasi dari OJK, semestinya hasil kajian keluar pada semester I 2016 ini," tuturnya di kantor Manulife, Jakarta, rABU (29/6). Setelah spin-off nanti, Yetty mengaku perusahaan akan mengembangkan segmen digital (going digital). Pihaknya akan fokus merambah dan mengembangkan produk-produk digital (financial technology/fintech). "Kami akan menawarkan berbagai solusi inovatif, misalnya pemasaran dan penjualan daring dan sebagainya," ujar Yetty.
Selain itu, dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kata Yetty, pihaknya akan menerbitkan sekitar lima produk baru yang lebih berupa rider asuransi atau manfaat tambahan asu-ransi yang akan diberikan kepada nasabah. "Kami belum bisa paparkan rider asuransi-nya apa saja, tapi nanti kalau sudah rilis pasti kami informasikan," tambah Yetty.
Saat ini, UUS Manulife Indonesia baru menawarkan dua produk asuransi saja, yakni unitlink yang ditawarkan secara mandiri dan produk bancassurance yang ditawarkan bekerja sama dengan Bank Muamalat dan Bank Danamon. Dari sisi kinerja, Yetty memaparkan, sampai pada kuartal I 2016 ini, UUS Manulife Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan yang baik dengan membukukan premi bruto sebesar Rp25,2 miliar atau naik 84% jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 yakni Rp13,7 miliar.
"Sampai akhir tahun diharapkan bisa melampaui 84% tersebut. Kami optimistis sebab tren penjualan kami biasanya ramai di kuartal IV," ungkap Yetty. Selain itu, untuk hasil investasi, perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang relatif baik, dengan penempatan investasi 78% pada ekuitas, lebih dari 10% di pasar uang, serta sisanya pada sukuk,dan balance.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved