Investor AS Siap Beri Dana Start Up Indonesia

Irene Harty
29/6/2016 20:55
Investor AS Siap Beri Dana Start Up Indonesia
(ANTARA)

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam kunjungannya ke San Fransisco, Amerika Serikat, mengungkapkan ada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang permodalan (venture capital) yang berminat untuk mendanai berbagai proyek start up di Indonesia. Minat itu, menurut dia, akan menambah optimisme prospek pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

"Mereka menyadari besarnya potensi yang ada. Pada 2030, sektor ekonomi digital di Indonesia bernilai US$130 miliar," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (29/6).

Bagi Franky, semakin banyak yang mendukung start up akan semakin positif di bidang usaha yang sedang tumbuh tersebut.

Ia juga menyampaikan selain perusahaan venture capital, beberapa perusahaan lain juga menyatakan minat di Indonesia. Dia menyebut perusahaan desain furnitur, produsen alas kaki, dan perbankan.

Kepala BKPM juga sempat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Indonesia-US Business Forum yang dihadiri oleh 52 perusahaan AS. Sektor-sektor perusahaan yg hadir dari alas kaki industri, furnitur, teknologi, dan informasi, serta makanan minuman.

"Paparan terkait update investasi AS di Indonesia, kemudahan investasi, dan juga perbaikan dan terobosan yang telah dilakukan pemerintah diantaranya yaitu PTSP, online licensing, layanan inbestasi 3 jam, kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) dan BKPM smart phone application," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Konjen RI di San Fransisco, Ardi Hermawan, mengemukakan, kantor perwakilan BKPM di New York terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat untuk mengawal minat investasi tersebut.

Kegiatan pemasaran investasi BKPM itu akan dilakukan ke tiga kota utama AS yakni San Fransisco, Chicago, dan New York. AS sendiri tergolong negara prioritas pemasaran investasi.

Adapun dari data yang dimiliki oleh BKPM pada 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai US$893 juta terdiri atas 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Dari sisi komitmen, tercatat masuknya komitmen US$4,8 miliar terdiri atas 76 proyek.

Target realisasi investasi BKPM pada 2016 bisa tumbuh 14,4% dari target 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6% dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp208,4 triliun atau naik 18,4% dari target PMDN tahun lalu.

Untuk mencapai target tersebut, BKPM pada menetapkan 10 negara prioritas termasuk di antaranya AS, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris. (Ire/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya