Pertamina Dorong Pemakaian Solar untuk Geser Premium

Antara
29/6/2016 20:13
Pertamina Dorong Pemakaian Solar untuk Geser Premium
(MI/PANCA SYURKANI)

PT Pertamina (Persero) akan mendorong produksi bahan bakar minyak jenis solar dalam negeri untuk menggeser penggunaan premium yang saat ini masih diimpor.

"Solar sekarang dalam perhitungannya seolah-olah masih 1% impor, padahal kenyataannya sudah tidak impor lagi," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Rabu (29/6) petang.

Menurut Dwi, dengan sudah tidak lagi mengimpor, produksi solar bisa lebih ditingkatkan jika ada kilang produksi. Ia menuturkan pihaknya juga mendorong penggunaan kendaraan-kendaraan bermesin diesel pada masa depan sehingga penggunaan solar bisa lebih ditingkatkan.

"Dengan demikian, kita bisa menggeser premium yang sekarang masih impor. Terlebih sekarang kendaraan diesel dari kenyamanan dan lingkungan sudah bagus. Di Eropa juga umumnya sudah pakai mesin diesel," katanya.

Dengan meningkatnya produksi kendaraan bermesin diesel, kelebihan solar bisa dimanfaatkan daripada diekspor dengan harga murah sehingga bisa menjadi insentif.

Dwi berharap, penggunaan solar bisa menggeser penggunaan premium yang pada 2014 tercatat masih 62% menjadi 49% hingga saat ini. "Pada 2014 premium 62%, sekarang sudah menurun jadi 49 persen," katanya.

Pertamina mengklaim impor solar terus menyusut hingga 1% pada awal 2016. Perseroan juga mengklaim saat ini mengalami surplus solar sekitar 1.700 kiloliter per hari atau setara 10 ribu barel dari rata-rata penyaluran solar harian sebesar 50 ribu kilo liter. Sementara produksi hingga Mei 2016 mencapai 51,14 juta barel dari target 125 juta barel. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya