Logistik Indonesia Turun ke Peringkat 63

(Ire/E-1)
29/6/2016 02:20
Logistik Indonesia Turun ke Peringkat 63
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

INDONESIA masih berada di urutan 63 dari total 160 negara untuk kinerja logistik perdagangan. Ada penurunan 10 level jika dibandingkan dengan peringkat Indonesia pada 2014 yang ada di posisi 53. Menurut edisi terbaru Logistics performance Index 2016 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia dengan peringkat itu masuk kategori top performing lower middle income economies. Berbeda tipis, Vietnam kalah satu peringkat dari Indonesia yakni di posisi 64 dan Filipina di posisi 71. Negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand menduduki posisi 45, Malaysia pada posisi 32, dan Singapura teratas di posisi 5.

Sementara itu, negara-negara Asia lainnya seperti India menduduki peringkat 35, Tiongkok peringkat 27, Korea Selatan peringkat 24, dan Jepang pada peringkat 12. Pada peringkat pertama, Jerman masih menjadi pemain top untuk ketiga kalinya disusul Luksemburg dan Swedia. Suriah mendapat predikat peringkat terbawah. “Logistik kinerja baik dalam perdagangan internasional dan dalam negeri merupakan pusat pertumbuhan ekonomi negara-negara dan daya saing,” kata Direktur Senior untuk Kelompok Bank Dunia Trade & Daya Saing Global Practice Anabel Gonzalez dalam keterangan resmi, Selasa (28/6).

Menurut dia, logistik yang efisien menghubungkan orang dan perusahaan ke pasar dan peluang serta membantu mencapai tingkat yang lebih tinggi dari produktivitas dan kesejahteraan. Sayangnya, kata Anabel, kesenjangan kinerja logistik antara negara kaya dan miskin terus berlanjut. “Itu menurut laporan yang didasarkan pada data survei dari lebih dari 1.200 profesional logistik,” sebutnya. Anabel menjelaskan laporan peringkat negara itu dikaji dari sejumlah dimensi kinerja supply chain, termasuk infrastruktur, kualitas layanan, keandalan pengiriman, dan efi siensi izin perbatasan. Itu artinya, selama enam tahun terakhir, negara di jajaran top 10 konsisten menjadi pemain dominan di industri rantai pasokan. (Ire/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya