Consumer Banking DBS Indonesia Incar Pertumbuhan 38%

(Jes/Ant/E-2)
29/6/2016 01:00
Consumer Banking DBS Indonesia Incar Pertumbuhan 38%
(AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)

PT Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan 20% di segmen bisnis consumer banking pada triwulan I 2016 ketimbang periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, pertumbuhan bisnis consumer banking diharapkan mencapai 38%. Direktur Consumer Banking Group Bank DBS Wawan Salum mengatakan kinerja tersebut diperoleh dari penguatan bisnis berbasis digital, dengan segmen wealth management sebagai motor utama. Menurut Wawan, performa tersebut didukung aplikasi online yang dibangun DBS. Aplikasi bernama Relationship Manager Mobile (RM Mobile) itu bisa digunakan untuk membuka rekening tanpa perlu ke kantor cabang. Aplikasi itu pun bisa dipakai RM untuk menawarkan produk kepada nasabah.

“Dengan pendekatan digital seperti ini, kami berharap pendapatan di segmen consumer banking bisa naik 38% hingga akhir tahun ini,” tutur Wawan dalam keterangan resminya, Senin (27/6). Bank yang menginduk kepada DBS Group Holding Singapura itu juga mengandalkan kerja sama dengan para manajer investasi (MI) dan beberapa perusahaan asuransi. Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan produk investasi DBS. Untuk bancassurance, misalnya, DBS bermitra dengan Manulife Indonesia. Dari kerja sama itu, DBS dan Manulife sudah meluncurkan produk MI Wealth Protection dan MI Treasure Ultimate Protection. “Setiap produk sudah membukukan uang pertanggungan Rp50 miliar dalam 5 bulan dan Rp231 miliar dalam 2 bulan,” papar Wawan.

Terkait dengan kredit pemilikan rumah (KPR), pihaknya melihat segmen itu baru prospektif pada 2017. Wawan mengatakan DBS Indonesia baru mulai terjun ke KPR pada tahun ini sehingga nilainya masih relatif kecil. “Baru bisa diandalkan tahun depan.” Pangsa pasar KPR yang diincar DBS ialah pasar menengah atas dengan rentang harga rumah Rp300 juta hingga Rp20 miliar. “Salah satu pasar kita juga adalah secondary market.” Ia mengatakan pertimbangan DBS melirik bisnis KPR ialah pertumbuhannya yang terus berlanjut. (Jes/Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya