MedcoEnergi Kembali Kelola Blok Lematang

Tesa Oktiana Surbakti
28/6/2016 18:38
MedcoEnergi Kembali Kelola Blok Lematang
(ANTARA FOTO/Seno)

PEMERINTAH resmi memperpanjang kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) untuk wilayah kerja Lematang. Dengan begitu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) selaku operator eksisting (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/KKKS), mendapatkan kembali hak pengelolaan untuk jangka waktu 10 tahun yang mulai efektif berlaku sejak 6 April 2017.

Perpanjangan kontrak setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang kemudian KKS ditandatangani Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dari data Kementerian ESDM, diketahui blok yang terletak di Sumatera Selatan dengan luas 377 kilometer (KM) itu menyimpan cadangan 70 juta milyar kaki kubik (TCF).

MedcoEnergi melalui anak usahanya PT Medco E&P Lematang, Lundin Lematang BV dan Lematang E&P Limited memegang 100 persen hak partisipasi (participating interest) berdasarkan kontrak kerja sama (KKS).

“Kami laporkan bahwa WK Lematang ini sudah diteken PSC-nya sejak 6 April 1987 dan berakhir pada 5 April 2017. Pada April 2016, pemerintah melalui Menteri ESDM telah menyetujui perpanjangan KKS Lematang di Sumatera Selatan selama 10 tahun,” tutur Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja dalam penandatanganan amandemen dan pernyataan kembali PSC WK Migas Konvensional Lematang di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (28/6).

Produksi gas dari Lapangan Lematang ditargetkan mencapai 68 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Adapun rata-rata produksi harian gas dari WK Lematang pada 2015 adalah 38 milyar british thermal unit per hari (BBTUD). Komitmen investasi untuk tiga tahun pertama untuk survei seismik 2D mencapai US$ 1,5 juta dan survei lain untuk mendukung eksplorasi seperti geologi dan geofisika (GnG), diperkirakan membutuhkan US$5 ribu. Sedangkan untuk fasilitas produksi dibutuhkan US$1 juta.

Sehingga, kalkulasi investasi mencapai US$2,25 juta. Nantinya gas yang dihasilkan akan memenuhi kebutuhan gas domestik. Utamanya ke pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) milik PT Perusahaan Listrik Negara (persero). Kepastian pasokan gas bagi pembangkit penting untuk menjaga stabilitas kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan.

“Gas yang dihasilkan untuk pasok pembangkit PLN di Sumatera Selatan. Harapannya dengan perpanjangan kontrak, produksi gas bisa bertambah. Sehingga kelistrikan di Sumsel dapat berjalan baik dan penggunaannya bisa lebih luas,” pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya