BEI Resmikan Pusat Informasi Go Public

Anastasia Arvirianty
27/6/2016 12:49
BEI Resmikan Pusat Informasi Go Public
(Dok. BEI)

BURSA Efek Indonesia (BEI) telah meresmikan fasilitas Pusat Informasi Go Public. Fasilitas tersebut diyakini mampu menjadi sarana untuk meningkatkan minat IPO perusahaan, sehingga mampu mencapai target 35 emiten IPO di 2016.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyampaikan keyakinannya tersebut. Menurutnya, dengan perkembangan dunia usaha yang kian pesat, menimbulkan persaingan yang ketat antarpelaku usaha untuk menjadi perusahaan terbaik.

“Untuk menjadi perusahaan terbaik itu diperlukan strategi, salah satunya adalah melalui go public atau IPO,” ujar Tito kepada media saat meresmikan pusat informasi go public di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/6).

Namun, lanjut Tito, pihaknya melihat bahwa informasi atau pengetahuan seputar go public tersebut belum masih minim, sehingga hal tersebut dinilai sebagai salah satu faktor yang menyebabkan masih banyak perusahaan yang enggan mencatatkan sahamnya di bursa.

Berdasarkan data BEI, saat ini jumlah perusahaan yang sahamnya sudah melantai di bursa baru mencapai 527 emiten. Meski sejak 2010 pertumbuhan jumlah emiten yang tercatat di bursa sudah mencapai 25% dan diklaim sebagai pertumbuhan tertinggi di pasar modal regional, secara keseluruhan, jumlah tersebut masih tertinggal dibanding bursa Malaysia yang mencatat 904 emiten, disusul bursa Singapura sebesar 766 emiten, dan bursa Thailand sebesar 644 emiten.

“Sehingga, dengan Pusat Informasi Go Public ini, kami bisa menjangkau perusahaan-perusahaan potensial yang ingin IPO, sekaligus memberi informasi seputar IPO kepada mereka,” tutur Tito.

Nantinya, pusat informasi tersebut akan tersebar di beberapa daerah di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan menyusul di daerah timur Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyampaikan apresiasinya terhadap terobosan-terobosan BEI yang dilakukan untuk meningkatkan minat IPO. “Yang penting orientasi utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan menarik minat masyarakat di pasar modal,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, pusat informasi ini sebetulnya sudah merupakan cita-cita lama, tetapi baru bisa terealisasikan saat ini. Dengan pusat informasi go public ini, calon emiten tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk mencari informasi dan mengurus keperluan untuk menjadi perusahaan terbuka. OJK pun akan memfasilitasi melalui kantor-kantor cabang OJK yang ada di daerah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya