Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMBINASI solusi jangka pendek dan jangka panjang jadi andalan Kementerian Pertanian dalam menekan harga pangan, terutama daging sapi, jelang Lebaran. Itu disebut sudah bisa mengatasi situasi secara perlahan.
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, solusi jangka pendek dari pihaknya atas masalah harga daging sapi ini ialah menjalin kerja sama operasi pasar dengan 10 perusahaan di seluruh Jabodetabek.
Total daging yang disalurkan sekitar 9 ribu ton atau setara 2ribu ekor sapi. Harganya berkisar Rp 80ribu-Rp 100ribu/Kg. Operasi pasar daging sapi, dan beberapa bahan pangan lainnya, akan terus dilakukan jelang maupun setelah Hari Raya Idul Fitri.
"(Penurunan harga) ini butuh waktu, tapi yang terpenting adalah bahwa sapi murah, sebagaimana arahan Presiden, sudah tembus ke pasar-pasar," akunya, seusai salat tarawih bersama di acara acara Silaturahim Akbar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, yang digelar oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP-KKSS), di Jakarta, Minggu (26/6) malam.
Solusi jangka panjangnya, lanjut dia, pembangunan 1.000 unit Toko Tani Indonesia (TTI) di seluruh Indonesia pada tahun ini. Tujuannya, memangkas jalur distribusi yang membuat harga naik. Salah satu yang sudah jadi di Jakarta, klaimnya, dikunjungi hingga 2 ribu orang per hari. Pembangunan TTI lainnya akan dilakukan bersama Gubernur Jawa Timur.
Terlepas dari itu, Amran menyebut bahwa masyarakat mestinya mengubah paradigmanya tentang daging sapi. Bahwa, yang terpenting untuk dikonsumsi ialah kandungan proteinnya, bukan daging sapinya.
Sementara, kandungan protein sapi hanya 22%. Ini tidak lebih baik daripada daging kambing atau domba yang memiliki kandungan protein 27%, ataupun ayam sebanyak 24%. Selain itu, ikan, dengan kandungan 17%, memberi alternatif karena bebas dikonsumsi tanpa ketakutan terhadap gejala darah tinggi.
Amran juga menyebut, ada kemajuan dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Misalnya, stok beras jelang Lebaran lebih dari cukup di angka 2 juta ton, harga beras yang turun 3%, impor jagung yang turun 47%, hingga rencana ekspor komoditas yang sama bulan depan.
"Yang terpenting kita sudah memulai. Karena ini sudah puluhan tahun terjadi. Tidak bisa diselesaikan satu hari. Jangan hari ini, bulan lalu diprogram, satu bulan selesai. Enggak bisa. Ini persoalan puluhan tahun. Yang terpenting ada kemajuan, ada solusi jangka pendek ada jangka panjang," tutup Mentan. (Kim/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved