Brexit Picu Dana Mengalir ke AS dan Jepang

Nuriman Jayabuana
24/6/2016 17:38
Brexit Picu Dana Mengalir ke AS dan Jepang
(ANTARA)

BANK Indonesia menilai keluarnya Inggris dari Uni Eropa bakal mengalihkan arus modal pasar keuangan modal global ke AS dan Jepang. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan kedua negara tersebut lebih diyakini mengantongi prospek ekonomi yang lebih baik.

"Dana-dana yang bergerak di dunia akan menuju negara yang diyakini aman. Dan yang dijadikan sasarana adalah AS dan Jepang, sementara di negara lain terjadi pelemahan,” ujar Agus di Bank Indonesia, Jumat (24/6).

Di samping itu, ia juga menilai dampak Brexit juga akan berpengaruh kepada pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, kurs rupiah terhadap dolar terdepresiasi 1 persen menjadi Rp 13.400 dari sebelumnya Rp13.260 per dolar AS per penutupan Kamis (23/6).

“Kita melihat ini sesuatu yang wajar memang ada satu flight to quality tetapi secara umum kondisi ekonomi Indonesia baik. Secara umum ini sifatnya temporer,” jelasnya.

Agus menambahkan, hingga pekan ketiga bulan ini terdapat inflow atau dana masuk sebesar Rp70 triliun ke Indonesia. Inflow tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, inflasi dan current account defisit ia anggap masih cukup terkendali. “Inflasi Juni masih terjaga di kisaran 0.56% dan transaksi berjalan bahkan lebih baik di kisaran 2.2 persen. Secara umum kondisi kita baik,” katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya