Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menambah modal kerja perusahaan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I telah menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I dan meraup tambahan modal kerja Rp1 triliun, dengan kupon 8,25%-10,25%.
Direktur Utama PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan obligasi ditawarkan dalam empat seri, dengan tenor yang berbeda-beda. Seri A ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 3 tahun dengan kupon 8,25%-9%. Seri B ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 5 tahun dengan kupon 9%-9,5%.
Seri C ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 7 tahun dengan kupon 9,25%-10%, sedangkan Seri D ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun dengan kupon sebesar 9,5%-10,25%.
"Dana hasil obligasi ini akan kami gunakan untuk memenuhi belanja modal tahun ini yang dialokasikan Rp2,5 triliun. Jadi, Rp1,5 triliun dari kas internal, ditambah Rp1 triliun dari obligasi," terang Bambang saat dijumpai di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin (Rabu, 22/6).
Selain itu, perusahaan menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi perusahaan dan di masa penawaran, obligasi tersebut tercatat kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 7,5 kali.
Menurut Bambang, pada kuartal II 2017 mendatang, perusahaan juga akan kembali melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan tahap II senilai Rp2 triliun. Hal itu dilakukan untuk mencukupi anggaran belanja modal (<>capital expenditure/capex) perusahaan yang tahun depan dianggarkan Rp3,5 triliun.
Pengembangan pelabuhan
Asisten Corporate Secretary Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami menambahkan dana dari hasil penawaran umum obligasi pertama ini akan dipergunakan untuk pengembangan pelabuhan eksisting.
"Misalnya, Pelabuhan Gunung Sitoli, Belawan, Tanjung Pinang, Dumai, dan Pekanbaru, pengadaan peralatan di beberapa cabang pelabuhan, penataan rumah sakit pelabuhan, dan juga untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi perusahaan."
Lebih lanjut dijelaskan, sekitar 54% dana obligasi akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur fasilitas pelabuhan di beberapa cabang perseroan. Lalu 42% lainnya akan digunakan untuk pengadaan peralatan di beberapa cabang perusahaan.
Selain itu, sekitar 0,3% akan digunakan untuk bina usaha perusahaan di rumah sakit pelabuhan berupa pengadaan klinik dan penataan rumah sakit, dan 3,7% sisanya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi perusahaan di kantor pusat.
Sebelumnya, PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memfungsikan kembali pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun setelah direnovasi selama lebih dari dua pekan.
"Pelabuhan domestik beroperasi normal dengan penambahan sejumlah fasilitas di ruang tunggu penumpang," kata Manajer Teknik PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun Kusmono di Tanjung Balai Karimun, pekan lalu. Dengan penambahan fasilitas tersebut, dia berharap para penumpang merasa lebih nyaman jelang musim mudik Lebaran 2016.(Ant/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved