Impor Daging Dari Australia Kembali Datang

Fario Untung
23/6/2016 06:49
Impor Daging Dari Australia Kembali Datang
(MI/Arya Manggala)

KIRIMAN daging sapi dari Australia terus berdatangan guna menyuplai permintaan dan menekan harga daging jelang Hari Raya Idul Fitri. Pada kloter kedua ini, stok daging dikirim melalui jalur udara.

PT Impexsindo Pratama, salah satu perusahaan daging sapi impor yang diberi tugas Kementerian Perdagangan (Kemendag), menjelaskan bahwa penambahan stok itu merupakan amanat dari pemerintah dalam upaya menekan harga daging di masyarakat.

"Ini merupakan upaya kami dalam membantu pemerintah untuk menekan harga daging hingga menjadi di bawah Rp80 ribu per kilogram. Makanya, kami langsung mengirim dari Australia dengan menggunakan pesawat," ungkap General Manajer PT Impexindo Pratama Fenny melalui keterangan pers, Rabu (22/6).

Menurut Fenny, stok daging sapi telah ditambah melalui angkutan udara sekitar 36 ton. Setelah tiba di Jakarta, daging akan langsung dikirim ke pasar setelah melalui proses pemeriksaan di Bea dan Cukai serta Badan Karantina Kesehatan Hewan.

"Ke-36 ton daging ini akan dikeluarkan secara bertahap, kemungkinan hingga besok baru bisa dikirim seluruhnya ke pasar," kata Fenny.

Fenny mengatakan, pengiriman daging juga akan dilakukan melalui jalur laut. Ada sekitar 16 kontainer dengan masing-masing berat 20 ton daging yang siap dikirim pada minggu depan.

"Kami akan terus menambah stok daging hingga lebaran nanti," kata Fenny.

Menurut Fenny, antusias masyarakat terhadap penjualan daging dengan harga Rp79 ribu per kg untuk daging khas dan Rp60 kg untuk daging berlemak cukup tinggi.

Untuk penjualan Rabu (22/6) hingga pukul 11.00 WIB, untuk daging knuckle sudah terjual 20,270 ton, untuk chuck tender terjual hingga 5,412 ton, dan daging 85cl sudah terjual 345 ton.

"Kami ingin membantu masyarakat kecil dan menengah serta menekan harga daging sehingga masyarakat bisa menikmati daging sapi dengan kualitas yang baik dan harganya terjangkau di saat lebaran nanti," pungkas Fenny. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya