Jokowi Pertegas Komitmen Pengembangan EBT

Rudy Polycarpus
22/6/2016 21:18
Jokowi Pertegas Komitmen Pengembangan EBT
(MI/PANCA SYURKANI)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menyingkirkan ego sektoral dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Pasalnya, membangun EBT merupakan komitmen nasional.

"Saya minta Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) harus mendorong secara agresif pengembangan energi bersih dan konservasi energi,” ujar Presiden dalam arahan pada Sidang Paripurna Ketiga Dewan Energi Nasional (DEN) di Kantor Presiden, Rabu (22/6).

Pada kesempatan itu, Jokowi juga meminta agar RUEN dapat menjawab permasalahan energi saat ini dan mendatang serta mengantisipasi perkembangan energi global. "Rendahnya harga minyak dunia harus menjadi momentum," ujar Presiden.

RUEN meliputi arah dan peta jalan energi nasional sampai dengan 2050. Semua komponen energi, termasuk para pemangku kepentingan akan tercakup di dalamnya. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta swasta. Dalam RUEN juga akan mencakup perkembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Jokowi menilai energi yang ramah lingkungan tersebut harus dikembangkan secara agresif. "Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program EBT. Pengembangan EBT harus dipercepat lima kali lipat pada 2025 agar bauran EBT mencapai 23%," paparnya.

Harga minyak dunia yang rendah, menurut Jokowi, harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan penguatan cadangan penyangga sebagai antisipasi dari perkembangan masa depan.

"Harus menjadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi kita, sektor migas dari hulu sampai hilir," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Agenda sidang paripurna ketiga DEN ialah penetapan RUEN dan penambahan anggotan dewan energi dan isu-isu strategis yang lainnya.

"Saya minta RUEN dapat menjawab permasalahan energi saat ini, serta dapat mengantisipasi perkembangan energi global," pungkasnya. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya