Kemendag Perintahkan Impor Daging Sapi

Fario Untung
22/6/2016 06:39
Kemendag Perintahkan Impor Daging Sapi
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) telah menugaskan beberapa perusahaan untuk melakukan impor daging sapi guna memenuhi permintaan pasar. Hal tersebut dilakukan guna mencukupi kebutuhan dan menjual ke pasar dengan harga di bawah pasar.

Salah satunya adalah PT Impexsindo Pratama, perusahaan daging sapi impor yang telah menggelar operasi pasar dengan menjual daging sapi murah asal Australia di Pasar Palad, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Untuk tahap awal, kami menyiapkan sebanyak 300 ton daging untuk dijual kepada masyarakat ibu kota," kata General Manajer PT Impexsindo Pratama, Fenny melalui keterangan pers, Selasa (22/6).

Pada operasi pasar tahap pertama ini daging sapi has dijual Rp79 ribu dan daging sapi rendang/berlemak Rp60 ribu per kg.

Menurutnya, antusias masyarakat cukup tinggi maka pasokan daging di ops pasar tersebut akan terus ditambah sampai Hari Raya Idul Fitri hingga 3 ribu ton.

"Pokoknya kami akan terus dorong harga daging turun hingga Rp80 ribu per kilogram sesuai penugasan dari Kementerian Perdagangan kepada kami," katanya.

Fenny mengatakan operasi pasar itu lebih diutamakan untuk pedagang, tetapi jika masyarakat ingin membeli secara kiloan akan disediakan.

"Target kami saat ini adalah ke pedagang karena kalau selama ini retail banyak tapi tidak langsung ke ibu rumah tangga. Kalau pegadang beli barang besar dengan harga murah, otomatis mereka juga akan jual murah sehingga kena dua-duanya, jadi kalau targetnya hanya retail tetap tidak bisa menurunkan harga daging," kata Fenny.

Fenny mengatakan, pihaknya selaku pengusaha terpanggil turut serta membantu pemerintah dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok khususnya harga daging, sebab komoditi satu itu paling banyak dibeli masyarakat menjelang Idul Fitri.

Oleh karenanya, PT Impexsindo Pratama menyiapkan sebanyak-banyaknya stok daging 10 sampai 50 ton per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk konsumsi Jakarta setiap harinya berkisar 300 ton.

Menurut Fenny, dipilihnya Pasar Palad Pulogadung sebagai lokasi operasi pasar, sebab tempat tersebut merupakan pusat penjualan daging di DKI Jakarta, dimana para pedagang daging di lima wilayah di Jakarta membeli di Pasar Palad.

"Kita harus tepat sasaran, jika mau menurunkan harga harus dipusat perdagangannya stoknya kita penuhi. Kalau stok tercukupi otomatis harga juga akan turun dengan sendirinya," kata Fenny.

Sementara itu, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih menyambut baik operasi pasar yang dilakukan PT Impexindo Pratama.

Menurutnya, penugasan itu diberikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan yang mengatur soal tanggungjawab Kementerian Perdagangan dalam mengatur harga daging.

"Kami memberi kesempatan pada pihak swasta untuk menjual daging impor secara langsung asalkan harganya di bawah Rp 80ribu," kata Karyanto.

Menurut Karyanto, kualitas daging yang dimiliki PT Impexindo Pratama sangat bagus. Hal tersebut yang membuat Kementerian Perdagangan juga memberikan tugas kepada PT Impexindo untuk melakukan operasi pasar. Dia optimis dengan adanya operasi pasar ini bisa menurunkan harga daging yang saat ini sedang mahal.

"Kami optimis, karena yang penting pasukannya cukup, dan melalui impor bisa menambah pasokan daging," kata Karyanto. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya