Antam Fokus Eksplorasi Emas

22/6/2016 03:30
Antam Fokus Eksplorasi Emas
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PT Aneka Tambang (persero) Tbk (Antam) akan fokus pada kegiatan eksplorasi emas daripada komoditas lain, seperti bijih nikel dan bauksit. Harga emas yang lebih stabil ketimbang komoditas logam lainnya menjadi pertimbangan badan usaha milik negara di sektor pertambangan tersebut untuk bisa bertahan dan meningkatkan kinerja perseroan. “Dana untuk eksplorasi disepakati berasal dari Newcrest, yakni sekitar US$2 juta,” papar Direktur Pemasaran Antam Hari Widjajanto di Jakarta, Senin (20/6) malam. Antam telah menggandeng Newcrest Mining Limited untuk melakukan eksplorasi emas di lima wilayah, termasuk salah satunya di Pulau Jawa sejak akhir 2015. Menurut Hari, perseroan fokus melakukan eksplorasi emas mengingat cadangan dan sumber daya bijih emas terus menurun menjadi 7,23 juta dry metric ton (dmt) pada 2015 jika dibandingkan dengan 2014 sebesar 8,25 juta dmt.

Di sisi lain, dua komoditas utama lainnya, bijih nikel dan bauksit, memiliki cadangan yang sangat besar. Bijih nikel tercatat memiliki cadangan sebesar 988,2 juta wet matric ton (wmt) pada 2015 jika dibandingkan dengan 2014 sebesar 985,5 wmt. Sementara itu, cadangan bauksit 700,9 juta wmt pada 2015 dari 701 juta wmt. Sejak 2014, pemerintah sudah memberlakukan larangan ekspor mineral mentah, sehingga produksi bijih nikel perseroan tidak lagi dijual secara langsung, tapi hanya digunakan untuk pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.

“Jadi kalau melihat penggunaannya saat ini, cadangan bijih nikel dan bauksit baru akan habis lebih dari 100 tahun,” tandas Hari. Direktur Keuangan Antam, Dimas Wikan Pramudhito, memaparkan Antam mengawali kuartal I 2016 dengan mencatatkan penjualan bersih dengan nilai Rp1,5 triliun atau 76% dari total penjualan bersih senilai Rp1,98 triliun. “Komoditas emas menjadi kontributor terbesar penjualan bersih Antam di kuartal I 2016,” katanya.

Untuk mendukung kinerja bisnis emas, perseroan menambah saluran distribusi emas dengan membuka geraigerai penjualan emas di seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Butik Emas Logam Mulia. Saat ini, Antam telah memiliki 13 Butik Emas LM yang berlokasi di Jakarta dan kota-kota lainnya. Untuk komoditas nikel, perseroan telah mulai menjual bijih nikel ke smelter dalam negeri milik swasta. “Antam akan meningkatkan penjualan bijih nikel ke smelter
dalam negeri dengan masih cukup banyaknya cadangan dan sumber daya nikel yang dimiliki perseroan,” uajarnya. (Jaz/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya