Presiden Tegaskan Lagi untuk Percepat Proyek Tol Mangkrak

Rudy Polycarpus
21/6/2016 22:13
Presiden Tegaskan Lagi untuk Percepat Proyek Tol Mangkrak
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kembali mengenai proyek pembangunan jalan tol yang mangkrak bertahun-tahun. Hal itu disampaikan Presiden saat melakukan peninjauan pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung di Simpang Susun Cimanggis, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (21/6).

"Satu lagi, ini yang bermasalah juga. Ini sudah sejak 2006, jadi kita ambil alih dari swasta dan sekarang dikerjakan oleh (PT) Waskita," ujar Jokowi.

Proyek Tol Cimanggis-Cibitung konsesinya dipegang oleh PT CimanggisCibitung Toolways. Lantaran proyek tersebut tidak kunjung dilakukan, Jokowi memerintahkan BUMN untuk mengambil alih untuk segera dimulai pengerjaannya.

"Kami ambil alih dari swasta dan sekarang dikerjakan oleh Waskita (PT Waskita Karya). Sudah diberi konsesi, tapi enggak dikerjakan," ujar Jokowi.

Sejak diambil alih oleh PT Waskita Karya awal 2015 ini, Jokowi mengapresiasi proses pembangunannya. Dari total panjang 26 kilometer, Waskita telah membebaskan 0,7% lahan.

Pemerintah pun telah menyiapkan uang untuk pembebasan lahan sisanya.

"Ini memang baru mulai. Kami siapkan duitnya Rp1,5 triliun untuk pembebasan lahan. Mudah-mudahan enggak ada masalah," tegasnya seraya memberi tenggat hingga 2018 untuk merampungkan proyek tol tersebut.

Dalam sehari, Presiden meninjau proyek empat ruas jalan tol. Empat proyek itu ialah Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Tol Cimanggis-Cibitung, Tol Depok Antasari, serta Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)

Ketika meninjau pembangunan Tol Becakayu, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah masih membuka peluang bagi pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan infrastruktur jalan tol. Peluang tersebut masih dibuka seluas-luasnya di tengah banyaknya proyek yang mangkrak akibat swasta yang mengabaikan kewajibannya.

Menurut Presiden, pembangunan melalui APBN sebagai jalan terakhir dalam menyelesaikan pembangunan jalan bebas hambatan.

"Kita berikan kesempatan seluas-luasnya terlebih dahulu pada swasta. Kemudian kalau itu tidak diambil juga oleh BUMN oleh karena ROI (return of investment)-nya tidak masuk, ya sudah APBN. Artinya, tahapannya pertama swasta, BUMN, kemudian APBN," tegas Presiden.

Namun demikian, Presiden mengingatkan, pemerintah bisa saja menarik kembali konsesi yang diberikan kepada swasta apabila proyek tersebut mangkrak.

"Ya kalau swasta sudah diberikan peluang, diberi konsesi, tapi kalau tidak dikerjakan ya diambil alih," tambah Jokowi.

Terkait dengan pembangunan jalan layang Becakayu sendiri, Presiden menegaskan bahwa proyek pembangunan tol sepanjang 21 kilometer itu rampung pada akhir 2017. Presiden juga sempat mempertanyakan awal mula proyek tersebut yang sempat terhenti hingga 20 tahun lamanya.

"Ini jadi sejak saya jadi gubernur di sini sudah saya pertanyakan karena banyak tiang-tiang di sini yang sudah hitam-hitam tapi tidak ada pengerjaan apa-apa. Tadi saya tanyakan memang sudah 20 tahun harusnya sudah berjalan. Sehingga pada November 2014 ini dimulai lagi dan saya kaget memang progresnya sangat cepat," ujar Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan empat ruas tol tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya