Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said didampingi Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi secara simbolis melakukan peninjauan serta pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (16/6) malam.
Sudirman menyebutkan pemasangan jargas itu akan selesai pada Agustus mendatang. "Deadline 17 Agustus 2016, bakal jadi hadiah dari pemerintah."
Sejauh ini, jargas yang ditinjau sudah 25% selesai dan secara keseluruhan jargas mencapai sekitar 10 kilometer melewati dua kelurahan yang pengerjaannya sudah 80%.
Sudirman juga mendapat informasi dari pekerja setempat bahwa pipa yang digunakan merupakan pipa yang kuat untuk 50-100 tahun mendatang. Pipa juga ditanam di kedalaman 1,7 meter demi keselamatan.
Dia juga mengatakan untuk jargas Balikpapan sudah disiapkan sambungan 3.892 pipa sambungan SR yang dipasang secara bertahap.
"Ini konversi tahap terakhir minyak tanah ke elpiji lalu ke jaringan gas untuk lebih murah dan efisien," lanjut Sudirman.
Vice President for Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan pembangunan jargas memang untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat Kalimantan Timur. Adapun sumber gas selain dari internal diperoleh juga dari berbagai kontrak kerja sama.
"Jadi bagaimana gas yang didapat untuk percepat pembangunan infrastruktur, gas enggak ada gunanya kalau enggak ada infrastruktur yang bisa menunjang, jadi tentunya bantu kapabilitas pipa-pipa akan perpanjang," sahutnya.
Bagi Pertamina, jargas juga dilihat sebagai persiapan menjadi operator resmi Blok Mahakam pada 1 Januari 2018. Sejauh ini, persiapan untuk itu masih sesuai rencana dan masih dalam permbicaraan bersifat teknis.
Ketua Tim Gugus Tugas Sarana dan Prasarana Migas Kementerian ESDM Ahmat Wahyu menyebutkan investasi untuk pembangunan jargas Balikpapan mencapai Rp50 miliar. Namun, hingga akhir tahun, dia masih belum optimis seluruh rumah tangga sudah masuk dalam lajur jargas tersebut.
"Kendalanya, biasanya isunya dari masyarakat sendiri, dulu dari minyak tanah ke elpiji, kegamangan masyarakat sebetulnya tantangan lebih berat," sahutnya.
Memang semua energi dari hidro karbon berbahaya tapi jargas lebih aman ketimbang elpiji karena jika bocor akan menguap ke atas tidak menyebar.
Ahmat berharap pembangunan jargas di Balikpapan itu menjadi contoh bagi masyarakat agar mengerti ketersediaan energi yang terbatas. Dengan alternatif energi seperti gas alam maka masyarakat bisa terfragmentasi dalam menggunakan energi sehingga tidak terlalu fokus menggunakan satu jenis energi saja. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved