Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) meluncurkan sistem pembayaran modern e-pay BRI untuk merangkul ekonomi digital Tanah Air yang berkembang sangat cepat.
"E-commerce yang perkembangannya sangat cepat memicu inovasi. Kalau tidak ikut berinovasi, kita akan tertinggal dan mengalami kemunduran," ujar Direktur BRI Sis Apik dalam acara bertajuk Bring Up, Embracing E-Commerce Booming di Jakarta, kemarin (Kamis, 16/6).
Saat ini, tercatat 88 juta masyarakat Tanah Air merupakan pengguna internet aktif dan 10% di antara mereka aktif bertransaksi daring. Hal itu jadi bukti Indonesia sudah siap memasuki dunia ekonomi digital lebih jauh lagi.
E-pay BRI kini sudah memiliki lebih dari 100 merchant daring dengan beragam jenis usaha di seluruh Indonesia. Selain itu, sistem pembayaran modern tersebut memiliki fitur T-bank sehingga dapat digunakan mereka yang belum memiliki rekening.
"Itu semua ialah beberapa dari banyak keunggulan yang dimiliki e-pay BRI. Ditambah lagi, kami satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki satelit sendiri. Ini dilakukan untuk terus mengembangkan dunia ekonomi digital."
Kendati demikian, saat ini, Sis mengungkapkan masih banyak tantangan untuk memaksimalkan e-commerce nasional, salah satunya ialah meraih seluruh potensi yang ada di Indonesia. Dengan e-pay dan transaksi mobile yang sekarang terus dikembangkan, BRI menargetkan sekitar 71 juta transaksi per tahun dengan volume pendapatan mencapai Rp300 triliun-Rp400 triliun per tahun.
Sejak dikembangkan di 2012, e-pay BRI selalu menunjukkan tren positif. Rata-rata, terdapat 2.868 transakasi merchant e-commerce menggunakan e-pay BRI, dengan volume penjualan Rp10,5 miliar setiap bulannya.
Sistem pembayaran modern yang diluncurkan BRI pun disambut baik CEO OLX Daniel Tumiwa. "Ini sangat mendukung bisnis digital yang tengah berkembang. Sistem pembayaran seperti ini tentu saja memudahkan kita untuk melakukan setiap transaksi."
Direktur E-business Kementerian Komunikasi dan Informasi Azhar Hasyim yang optimitistis sistem pembayaran itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Peluncuran BRI Sat
Di sisi lain, Arianespace mengumumkan target baru peluncuran satelit milik BRI yaitu BRI Sat. Peluncuran yang semula akan dilakukan Kamis (16/6) sore waktu Klutuk, Busana, Prancis, atau Jumat (17/6) waktu Indonesia tapi ditunda menjadi Jumat (17/6) waktu Kourou, Guyana, Prancis, atau Sabtu (18/6) waktu Indonesia.
"Kondisi yang terjadi saat ini memang seperti itu. Namun, kami tetap harus memastikan agar peluncuran roket Ariane 5 dalam menjalankan misi V230, dengan membawa BRI Sat bersama satelit Echo Star XVIII, berjalan dengan lancar, aman, dan sukses," ujar CEO Arianespace Stephane Israel lewat keterangan resmi, kemarin.
Direktur Utama BRI Asmawi Syam memahami alasan penundaan peluncuran tersebut karena memang sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan Arianespace. (Ire/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved