PT Pertamina (persero) akan membangun kilang minyak baru di wilayah Bontang, Kalimantan Timur. Rencana pembangunan kilang baru tersebut menjadi antisipasi Pertamina untuk memenuhi permintaan BBM kawasan Indonesia Timur. "Kita akan membangun kilang baru di Bontang, di sana infrastuktur sudah bagus dan ready for use. Hanya butuh waktu pembangunan 4 sampai 4,5 tahun saja," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi di Kantor Pengelolaan Kilang Pertamina di Balikpapan, kemarin.
Estimasi nilai investasi untuk membangun kilang baru di Bontang, disebut Hardadi, seharusnya dibutuhkan investasi US$10 miliar (sekitar Rp130 triliun). Akan tetapi, dana tersebut bisa disusutkan karena kebutuhan infrastruktur sudah sangat memadai. "Jadi, menurut estimasi, saya bisa hanya membutuhkan US$8 miliar-US$10 miliar," kata dia.
Pembangunan Kilang Bontang tersebut diperkirakan akan rampung pada 2019. "Awal Januari 2016 kami akan (jalankan) site preparation. "Berdasarkan studi kelayakan, Bontang sudah memadai menjadi tempat pengelolaan minyak Pertamina yang baru dengan estimasi kapasitas produksi mencapai 300 ribu barel. Selain minyak mentah, kilang akan menghasilkan elpiji dan petrochemical.
Selama ini, produksi minyak di Kalimantan hanya mengandalkan kilang terbesar kedua Pertamina di Indonesia, yakni kilang di Balikpapan dengan kapasitas produksi minyak 260 ribu barel. "Kalau kilang Bontang nanti sudah selesai, kawasan timur Indonesia dipasok dari kilang Balikpapan dan Bontang," kata Hardadi. Pertamina berharap sudah menggandeng mitra untuk investasi pembangunan kilang baru tersebut per Maret 2016. Salah satu kandidat yang potensial untuk menjadi partner ialah Sonangol EP.
Pertamina juga akan membangun kilang baru di tiga kawasan lain untuk menggenjot produksi minyak domestik. Selain itu, kapasitas produksi empat kilang minyak utama di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Balongan akan ditingkatkan. Nilai investasi peningkatan kapasitas kilang mencapai US$25 miliar (sekitar Rp325 triliun).
Dengan meningkatan kemampuan sejumlah refinery unit itu, Pertamina berharap mampu memenuhi kebutuhan akan konsumsi 1,6 juta barel crude oil per hari. "Konsumsi masyarakat kita mencapai 1,6 juta barel crude oil per harinya."Hardadi mengatakan Pertamina akan menggandeng partner strategis dalam pembiayaan peningkatan kapasitas empat kilang tersebut.
Akuisisi Rekind Rencana PT Pertamina untuk mengakuisisi 60% saham PT Rekayasa Industri (Rekind), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), diyakini dapat memberikan efisiensi 10% untuk maintenance, perbaikan, dan proyek investasi di Pertamina. "Itu sebuah pemikiran dan tentunya harus ada due diligence dan harus ada studi yang lebih mendalam dari tim dari Pupuk Indonesia, Rekind, dan Pertamina untuk mendalami ide tersebut," terang Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Gedung DPR, kemarin. Menurut Dwi, Kementerian BUMN sudah memberikan lampu hijau terhadap rencana itu. (Dro/E-3)