BSM Bidik Pembiayaan Perumahan hingga Rp10 Triliun

(Ant/S-2)
17/6/2016 00:50
BSM Bidik Pembiayaan Perumahan hingga Rp10 Triliun
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) membidik realisasi pembiayaan perumahan atau produk BSM Griya dapat mencapai Rp10 triliun hingga akhir 2016. Wakil Senior Presiden Eksekutif BSM Bustami mengatakan, dari Januari hingga Mei 2016, permintaan pembiayaan syariah untuk perumahan cukup bergeliat meskipun kondisi perekonomian domestik masih terpengaruh oleh perlambatan ekonomi global. Hingga Mei 2016 saja, pembiayaan perumahan BSM sudah mencapai Rp9,6 triliun. "Hingga akhir tahun bisa lebih dari Rp10 triliun, tetapi kita ingin jaga juga kualitas pembiayannya," ujar dia di Jakarta, Rabu (15/6).

Hingga bulan kelima ini, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) untuk perumahan, kata Bustami, masih terjaga di bawah 4%. NPF sektor perumahan lebih baik jika melihat NPF BSM secara gross yang berada di 6,23% pada Mei ini. Meskipun demikian, di sisa tahun, potensi pembiayaan bermasalah bisa saja meningkat karena masih banyaknya tekanan terhadap daya beli masyarakat. Apalagi, segmen pasar BSM di pembiayaan perumahan adalah pasar menengah dan menengah ke atas, yang cukup rentan dengan dampak negatif dari perlambatan ekonomi global, seperti lesunya harga komoditas.

Namun, Bustami berharap rencana insentif Bank Indonesia untuk melonggarkan peraturan rasio pinjaman perbankan dibandingkan aset (loan to value/LTV) perumahan pada tahun ini dapat mengerek naik permintaan perumahan syariah. "Kami ingin lihat kondisionalitas pelonggaran itu juga karena saat pelonggaran pada tahun lalu, ada kondisionalitas dari NPF yang akhirnya tidak begitu berpengaruh ke kami," ujar dia. BSM menyasar mayoritas segmen pasar perumahan nonsubsidi dengan harga rumah di kisaran Rp250 juta-Rp750 juta.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya