Empat Smelter Baru Dibangun Tahun Ini

Tesa Oktiana Surbakti
15/6/2016 21:18
Empat Smelter Baru Dibangun Tahun Ini
(ANTARA)

PEMERINTAH menargetkan pembangunan empat fasilitas pengolahan tambang (smelter) baru pada 2016. Di antaranya merupakan smelter untuk memurnikan komoditas nikel, timbal, besi dan alumina.

"2016 akan ada 4 smelter baru. Lokasinya tersebar di berbagai daerah,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko, Rabu 15/6).

Adapun rincian smelter yang akan dibangun, yakni smelter alumina di Ketapang, Kalimantan Barat, smelter logam timbal di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kemudian smelter bijih besi di Sebuku, Kalimantan Selatan. Terakhir ialah smelter nikel di Halmahera Tengah, Maluku. Kementerian ESDM mencatat realisasi smelter sampai awal Juni 2016 mencapai 23 smelter, dengan rincian 6 smelter nikel, 1 smelter bauksit, 1 smelter mangan, 11 smelter zirkon, 2 smelter kaolin dan 2 smelter zeolit.

“Keempat smelter akan menambah jumlah smelter sebelumnya yang telah beroperasi. Jadi targetnya di tahun 2017 terdapat 27 smelter,” imbuhnya.

Dari total 10.361 izin usaha pertambangan (IUP) yang statusnya sudah memperoleh sertifikasi clean and clear (CnC) mencapai 6.364, sedangkan yang belum mendapatkan CnC sebanyak 3.997. Sementara itu, realisasi produksi mineral per akhir Mei 2016,untuk komoditas tembaga mencapai 61.106 ton, emas 21 ton, perak 75 ton, timah 9.090 ton, nikel olahan 85.429 ton dan nikel matte 17.156 ton.

Ketua Asosiasi Smelter Indonesia Sukhyar mengatakan Indonesia mulai serius membangun smelter sejak tahun 2014. Dengan target 27 smelter beroperasi di tahun 2016 dikatakannya sebagai bentuk komitmen pemerintah berikut investor terhadap aspek hilirisasi tambang. Artinya, sambung dia, terdapat kemajuan

“Luar biasa menurut saya. Kita ambil contoh alumina. Dari dulu kita belum punya smelter grade alumina (SGA). Sudah puluhan tahun kita eskpor bauksit. Harusnya kan ada nilai tambah yang kita peroleh,” tutur Sukhyar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya