Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meyakini tingkat inflasi selama Ramadan dapat terkendali dengan baik. Meski masih ada sedikit kenaikan untuk beberapa komoditas, tetapi diyakini hal itu tidak akan berpengaruh besar terhadap tingkat inflasi.
"Inflasi itu jangan dicampuradukkan dengan perubahan harga yang ada, sebab inflasi itu dilihatnya dari 1 Juli ke 1 Juni, jadi bukan harga harian. Sehingga inflasi pada Juli memang masih akan ada kenaikan sedikit seperti gula pasir, daging sapi, tetapi untuk beras tidak naik," terang Darmin saat ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu (15/6).
Bahkan, dia melihat bahwa bila dibandingkan antara Ramadan saat ini dengan tahun lalu justru inflasi Ramadan kali ini dinilai akan lebih rendah. Mengingat pemerintah untuk Lebaran tahun ini sudah melakukan berbagai upaya pengendalian harga yang memang saat ini sudah mulai terasa dampaknya.
"Jadi meski banyak diperbincangkan, bukan berati inflasinya juga ikut naik, sebab harga beras stabil dan inflasinya itu paling besar pengaruhnya adalah beras bukan daging sapi, walaupun arah daging sapi itu juga turun bukan naik. sedangkan yang arahnya naik itu adalah gula pasir, cabai turun, bawang turun," jelas Darmin.
Bahkan untuk saat ini Darmin melihat Bulog sudah mengerahkan segala upayanya untuk mengumpulkan gula dari berbagai produsen BUMN gula dalam negeri meski masih terdapat kendala sehingga tidak bisa begitu saja dipindahkan.
Namun terlepas dari kendala yang ada, Darmin meyakini dalam satu minggu dapat menahan laju harga agar tidak melonjak tinggi dan juga diyakini bisa sedikit menurunkan harga. Pada saat yang sama, impor juga tetap dilakukan sebagaimana yang sudah diputuskan sebelumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan keyakinannya untuk stok beras masih aman.
"Untuk harga beras tidak ada masalah, untuk menstabilkan harga mungkin kita hanya perlu melakukan intervensi 300-400 ribu ton dengan stok 2,1 juta maka tidak ada masalah. Sedangkan untuk impornya memang baru akan dievaluasi setelah Juli, yakni setelah masuk panen gadu, apakah akan shortage atau tidak, keputusannya sendiri ada di pemerintah," ujar Djarot. (Dro/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved