Produk-Produk Thailand Mulai Bergerilya

Gabriela Jessica Sihite
15/6/2016 15:51
Produk-Produk Thailand Mulai Bergerilya
(Istimewa)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia dan Thailand kian mengalamk defisit. Pada Mei 2016, defisit nercara perdagangan non-migas dengan Thailand mencapai US$1,94 miliar.

Kepala BPS Suryamin pun mewanti-wanti pemerintah terhadap hal tersebut. "Thailand mulai menjadi ancaman di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Nilai impor mereka terus mengalami kenaikan ketimbang ekspor kita ke mereka," ucapnya di Jakarta, Rabu (15/6).

Adapun nilai impor non migas Thailand pada Mei 2016 mencapai US$719,9 atau naik 7,51% dari April 2016. Secara kumulatif dari Januari-Mei 2016, nilai impor non migas Thailand mencapai US$3,41 miliar atau naik 10,65% dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara nilai ekspor non migas Indonesia ke Thailand selama Mei mencapai US$383,9 juta atau naik 6,7%. Namun, secara kumulatif dari awal tahun hingga Mei 2016, nilai ekspor Indonesia ke Negeri Pagoda tersebut merosot 8,56% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Suryamin menyarankan pemerintah sebaiknya bisa mendorong sektor pertanian dan industri dalam negeri. Pasalnya, Thailand malah menjadikan Indonesia sebagai tempat belajar sampai negara tersebut jauh lebih unggul dari Indonesia.

"Kita mesti bisa mendorong industri pengolahan. Jangan jual yabg fresh, tapi diolah. Itu bisa meningkatkan nilai ekspor kita tidak hanya ke Thailand, tapi ke berbagai negara," tukas Suryamin.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mencatat barang-barang yang diimpor dari Thailand kebanyakan berupa mesin dan peralatan pertanian, mesin dan komponen kendaraan, dan mobil.

"Kita impor kendaraan dari mereka, misalnya Altis. Tapi kita sebenarnya juga ekspor kendaraan Toyota ke mereka, jadi semacam barter. Mesin pertanian, ban, dan komponen kendaraan dari mereka juga masuk ke sini," ujar Sasmito. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya