Pemangkasan Subsidi Solar Hemat Rp4 Triliun

Fathia Nurul Haq
15/6/2016 15:29
Pemangkasan Subsidi Solar Hemat Rp4 Triliun
(MI/Panca Syurkani)

PEMERINTAH memutuskan untuk memangkas subsidi solar dari Rp1.000 menjadi Rp500 per liter. Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya memperkecil celah defisit akibat rendahnya penerimaan negara sepanjang tahun berjalan 2016. Pemotongan subsidi solar akan menghemat Rp4 triliun bagi keuangan negara.

"Subsidi solar kedepan ditetapkan menjadi Rp 500, tadinya Rp 1000, dalam 6 bulan ke depan," lontar Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Wiratmaja Puja seusai mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (15/6).

Estimasi penghematan Rp 4 triliun di dapat Wirat dari volume penggunaan solar nasional dalam setahun dikurangi bulan yang sudah berjalan.

"Kita volume (pemakaian solar)16 juta KL solar, artinya kalau di subsidi Rp16 triliun. Tapi kan sudah jalan 6 bulan, masih 6 bulan lagi. Jadi bisa mengurangi Rp4 triliun, setengah dari Rp8 triliun karena masih 6 bulan lagi," ujar Wirat.

Meskipun dikurangi, Wirat menjamin tidak ada kenaikan harga solar di masyarakat melihat fluktuasi harga minyak dunia. Syaratnya, minyak dunia tidak melampaui US$ 60 per barel.

"Kita sudah kalkulasi dengan harga minyak saat ini dan delta positif 3 bulan terakhir bisa dibilang kalau harga minyak dunia stabil seperti sekarang, naik sedikit, trennya sesuai proyeksi. Maka harga BBM insyallah nggak akan naik Sampai Desember. Kecuali ada lonjakan yang sangat tinggi," tegas Wirat.

"Kalau trennya sesuai proyeksi, sesuai poling reuter usdw itu kan stabilitas harga minyak US$50-US$55 Brent. ICP (Indonesian Crude Price) kan 5 dolar dibawah itu," jelasnya.

Jika sebelum pergantian tahun ternyata minyak dunia melambung tinggi melampaui toleransi pemerintah, Wirat menuturkan barulah pemerintah akan menghitung ulang biaya subsidinya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya