Presiden Minta Rencana KEK Sorong Dimatangkan

Rudy Polycarpus
14/6/2016 20:42
Presiden Minta Rencana KEK Sorong Dimatangkan
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

PRESIDEN Joko Widodo meminta kementerian teknis segera mengkalkulasi potensi produksi, pasar dan ketersediaan listrik dalam rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat.

Tak hanya itu, Presiden meminta pembangunan infrastruktur yang terkait dengan konektivitas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Papua. Sebagai persiapan pembangunan KEK di Sorong, Presiden juga menginstruksikan agar jajarannya memastikan kesiapan lokasi, zonasi, lahan, dan lain sebagainya. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan apakah saat ini wilayah tersebut sudah layak menjadi sebuah KEK.

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bertema pengusulan pembentukan KEK Sorong di Kantor Presiden, Jakara, Selasa (14/6). "Pembangunan tanah Papua, baik di Papua maupun Papua Barat, perlu kita percepat. Untuk membangun tanah Papua, bukan hanya memperkuat konektivitas seperti membangun jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan, tapi juga menciptakan kawasan-kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," ujar Presiden ketika membuka ratas.

Jokowi juga meminta agar pelaksanaan tol laut terintegrasi dengan kawasan industri dan pusat produksi di Papua. "Sehingga nantinya kapal-kapal tol laut yang hilir mudik atau ke Papua terisi penuh dengan barang yang diproduksi di Papua," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung kebutuhan pasokan listrik yang diperlukan untuk pertumbuhan industri suatu daerah. Karena itu, kementerian teknis harus segera menghitung potensi bahan baku, potensi pasar, ketersediaan listrik dan juga kelembagaan untuk KEK Sorong.

"Listrik sangat penting untuk menunjang kelangsungan KEK ini. Oleh sebab itu, persiapan menuju Kawasan Ekonomi Khusus di Sorong ini betul-betul harus dikalkulasi," terangnya.

Adapun terkait masalah kelembagaan, Presiden tak menginginkan masalah kelembagaan menjadi penghambat pengembangan di KEK sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya.

"Pengalaman kita mengenai Batam harus jadi perhatian bersama. Saya tidak ingin masalah kelembagaan menjadi penghambat kita dan juga tidak tumpang tindih kewenangnanya dengan apa yang sudah dimiliki pemda," tegas mantan Gubernur Jakarta ituz

Bupati Sorong Stephanus Mala mengatakan, potensi industri di Sorong meliputi kayu, kelapa sawit, industri perikanan, semen hingga kilang minyak, dan gas. Ia memperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan lebih dari Rp5 triliun.

"Itu untuk infrastruktur saja. Kalau dirasiokan, sekarang saja di Papua Barat yang sudah investasi sampai Rp20 triliun," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya