Feedloter Yang Ambil Untung Besar

Gabriela Jessica Sihite
14/6/2016 20:30
Feedloter Yang Ambil Untung Besar
(Dok. MI)

ASOSIASI Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan pedagang tidak mengambil untung besar dalam menjual daging sapi. Para feedloter atau pengimpor sapi yang dituduh membuat harga daging sapi bengkak hingga Rp120 ribu per kilogram (kg).

Wakil Ketua Umum APPSI Ngadiran mengatakan perilaku pedagang sebenarnya dikendalikan oleh para feedloter dan pengimpor sapi. Harga beli di tingkat feedloter sudah mahal, sehingga mau tidak mau pedagang menjual dengan harga yang mahal pula.

"Harga itu selalu ditetapkan oleh yang punya sapi, bisa feedloter, pengimpor, atau broker. Ini yang membuat pedagang mengalami ketergantungan. Perilaku kami dikendalikan mereka," ujar Ngadiran dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (14/6).

Bahkan menurut dia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah memanggil para feedloter dan pedagang untuk menurunkan harga daging sapi sampai Rp80 ribu per kg. Pedagang menyanggupi perintah itu asal harga sapi hidup ditekan sampai Rp32.500 per kg. Saat ini, harga sapi hidup di tingkat feedloter mencapai Rp40 ribu-Rp47 ribu per kg.

Bila sapi hidup diberi harga Rp32.500 per kg, harga daging karkasnya bisa mencapai Rp65 ribu per kg. "Kalau segitu, harga daging sampai ke pasar bisa mencapai Rp79 ribu per kg. Tapi ternyata feedloter tidak rela jual segitu. Mereka waktu itu salam-salaman dengan Pak Menteri menyanggupi perintahnya, tapi ternyata tidak dilakukan. Mereka tipu kami. Ini yang membuat hubungan kami dan feedloter tidak harmonis," ungkap Ngadiran.

Para feedloter pada kenyataannya bersedia menurunkan harga sapi hidup dengan kondisi tulang, kepala, dan kulit sapi diambil mereka. Ngadiran pun tidak sepakat dengan persyaratan itu. Menurutnya, hal itu tidak membuat para pedagang rugi.

"Yang impor dan gemukin sapi dia, yang atur pun dia. Jadi siapa yang mainin harga? Ini ada tindakan super korup, tapi kami yang kena getahnya," pungkas Ngadiran. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya