Integrasi Sistem Transaksi Diuji Coba di Tol Palimanan

Adhi M Daryono
13/6/2016 10:47
Integrasi Sistem Transaksi Diuji Coba di Tol Palimanan
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

HARI ini, Senin (13/6), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan uji coba integrasi sistem transaksi di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.

Uji coba Integrasi sistem transaksi tersebut dilakukan dalam rangka memperlancar arus lalu lintas antarjalan tol yaitu menghubungkan bukan hanya ruas Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan, tetapi juga ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, serta Pejagan-Pemalang.

Integrasi sistem transaksi pada ruas-ruas tersebut harus sudah diimplementasikan sebelum masa arus mudik Lebaran 2016.

"Uji coba pada 13 Juni tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang akan dilakukan evaluasi," ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Palimanan, Senin (13/6).

Herry menjelaskan, proses integrasi diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal. Pasalnya, dengan adanya integrasi tersebut, para pengendara yang asal dan tujuan perjalanannya meneruskan, hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna, dan Gerbang Tol Mertapada.

Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto menambahkan integrasi tersebut dilaksanakan mulai dari sistem dan alatnya yang dibuat selaras.

Upaya lainnya untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di gardu exit tol Palimanan, LMS juga menggandakan jumlah gardu tol.

"Kami juga akan menyiapkan 23 gardu dari yang sebelumnya hanya 11 gardu," katanya.

Soal tarif, ia menegaskan bahwa tarif yang berlaku tetap seperti yang ada sekarang.

"Yang pasti untuk golongan I dari Jakarta-Palimanan Rp 109.500, dengan rincian Jakarta Cikampek Rp13.500 dan Cikampek-Palimanan Rp96.000," jelasnya.

Integrasi sistem transaksi akan dibagi menjadi 2 cluster yaitu Cluster l meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Marga), Jalan Tol Cipularang (Jasa Marga), Jalan Tol Padaleunyi (Jasa Marga) serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster ll meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road), mekanisme transaksi pembayaran toll terintegrasi ini akan dilakukan dengan berbagai cara.

Seperti untuk Jalur Keluar Jakarta/Mudik, pengguna jalan akan mengambil Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME) di Gerbang Tol Cikarang Utama 1 dan menyerahkan KTME sekaligus melakukan pembayaran transaksi tol di Gerbang Tol Palimanan untuk ruas Cluster l.

Setelah melakukan pembayaran di Gerbang Tol Palimanan, pengguna jalan selanjutnya mengambil KTME untuk Cluster ll dan akan membayarkan tarif tol di gardu-gardu keluar sesuai asal tujuan (sistem tertutup).

Sementara untuk Jalur Menuju Jakarta/Balik, pengguna jalan mengambil KTME Ruas Cluster ll pada gardu masuk Ruas Palimanan Brebes Timur kemudian menyerahkan KTME sekaligus membayar tarif tol Ruas Cluster ll sesuai asal tujuan (Sistem Transaksi Tertutup) pada gardu keluar Gerbang Tol Palimanan.

Khusus transaksi Pada GT Palimanan. Selanjutnya pengguna jalan mengambil KTME untuk ruas Cluster l dan melakukan transaksi di gardu keluar ruas Jakarta-Cikampek seperti Gerbang Tol Cikarang Utama 2 atau 3 serta ruas Cipularang-Padaleunyi.

"Untuk implementasi pembayaran transaksi tol elektronik (E-Toll) melalui Bank Himbara (Bank Mandiri, BRl, BNl dan BTN) dan BCA untuk Cluster l, sedangkan untuk Cluster ll sementata hanya akan melalui Bank Himbara saja, BCA akan bergabung di Cluster ll setelah Lebaran nant,"ujar Herry . Lebih lanjut Herry menjelaskan bahwa salah satu titik kemacetan berada di gate Brebes Timur. Di sana terdapat delapan gardu tol exit dan 3 entrance, selain itu terdapat pengurangan lajur setelah Gerbang Tol Brebes Timur menuju arteri. Hal tersebut menjadi simpul kemacetan.

"Operator Jalan Tol sudah menyiapkan segalanya, dan juga mengefisienkan pembayaran. Diprediksi, pembayaran setiap kendaraan itu 8 detik supaya tidak tejadi antrean kendaraan yang lama dan panjang," jelas Herry.

Herry mengimbau kepada pemudik yang akan membayar tol untuk menggunakan uang pas. Hal ink akan membantu estimasi waktu saat membayar di pintu tol. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya