Setop Rasa Bersalah Ibu yang Bekerja

MI/Theresia Putri
30/6/2015 00:00
Setop Rasa Bersalah Ibu yang Bekerja
(MI/SENO)
SELAMA ini, seorang ibu cenderung dibebani dengan frasa 'kewajiban mengurus anak'. Masih banyak anggapan dalam masyarakat yang menyatakan ibu yang bekerja berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak-anak mereka.

Akan tetapi, sebuah riset yang dilakukan Profesor Kathleen McGinn dari Harvard Bussines School baru-baru ini justru menyatakan sebaliknya. Menurut penelitian tersebut, anak-anak dari ibu yang bekerja cenderung lebih sukses di antara teman sebaya mereka. Mereka tumbuh lebih aktif dan sering menjadi pemimpin dalam lingkungan.

"Mereka mencapai 23% lebih banyak hal daripada anak-anak dari ibu yang tidak bekerja," ujar McGinn, seperti dilansir Cnnmoney, pekan lalu. Bahkan, anak usia di bawah 14 tahun yang diperkenalkan pada pekerjaan ibu mereka akan tumbuh dengan sikap kesetaraan gender seperti orang dewasa.

"Penelitian ini tidak lantas mengklaim anak-anak dari ibu bekerja lebih bahagia atau lebih baik. Demikian juga, tidak berarti ibu yang bekerja itu lebih baik daripada yang tidak," kata McGinn.

Menurut McGinn, hasil inti penelitian itu ialah kecenderungan anak perempuan dan laki-laki dari ibu yang bekerja. Anak perempuan biasanya melihat nilai positif dari pemasukan finansial yang bertambah.

Sementara itu, anak laki-laki akan tumbuh dengan kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak. Ketika menjadi seorang ayah, mereka menghabiskan waktu 7,5 jam lebih banyak untuk mengurus anak dan tidak segan melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka juga tidak keberatan jika istri mereka bekerja.

McGinn dan koleganya meneliti 50 ribu orang dari 24 negara. Mereka mengambil data dari International Social Survey Programme pada 2002 dan 2012 dan menemukan hasil konsisten.

Ibu yang bekerja menjadi teladan dan anak-anak menyerap banyak pelajaran dari mereka. Temuan tersebut terjadi bahkan setelah peneliti mengontrol perbedaan budaya di berbagai negara.

Penelitian itu dilakukan ketika terjadi penurunan angka ibu yang bekerja di Amerika Serikat. Pasalnya, angka itu menurun dari 77% pada 1999 menjadi 71% pada 2012. Menurut McGinn, hal tersebut lebih dipicu resesi ekonomi, bukan karena kembalinya pandangan tradisional tentang peran ayah dan ibu.

Terkait dengan pandangan tradisional itu, sosiolog Pennsylvania State University, Sarah Damaske, menemukan beberapa anak tidak menganggap ibu mereka benar-benar bekerja. "Oleh karena itu, penting mengetahui peran pekerjaan ibu bagi keluarga," Damaske menegaskan.(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya