Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Saham Tokyo kemarin menyetujui pencatatan saham LINE Corporation, penyedia aplikasi jasa berkirim pesan, untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Jepang.
LINE Corporation juga merencanakan registrasi Form F-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (US Securities and Exchange Commission) pada Jumat waktu setempat untuk penawaran umum perdana di Bursa Saham New York.
Dalam penjelasannya, PR Director Line Corporation Indonesia Dhyoti R Basuki mengatakan pihak LINE Corporation memprediksi pencatatan saham perdana di Bursa Saham New York dilakukan sekitar 14 Juli 2016 dan di Bursa Saham Tokyo pada 15 Juli 2016.
"Itu bergantung pada persetujuan otoritas terkait, deklarasi pernyataan pendaftaran dari SEC, dan selesainya berbagai macam prosedur dan kondisi pasar bursa," kata dia seperti dikutip dari siaran pers perusahaan, kemarin.
LINE Corporation telah membuat keputusan untuk go public di Jepang dan AS sebagai cara untuk membiayai kegiatan operasi internasional.
Aksi korporasi itu diharapkan lebih meningkatkan posisi mereka di Asia dan untuk rencana ekspansi ke pasar lain.
Dikutip dari AFP, LINE yang identik dengan karakter beruang Brown dan kelinci Cony itu memproyeksikan perolehan dana segar 100 miliar yen atau setara dengan US$933 juta, dengan nilai perusahaan sekitar 600 miliar yen.
Bahkan, pendapatan dari penjualan saham itu diprediksi kalangan analis dapat meningkat sampai US$2 miliar.
Dengan begitu, IPO dari perusahaan yang dimiliki Naver asal Korea Selatan itu bisa jadi merupakan IPO terbesar di sektor teknologi untuk tahun ini.
Aksi LINE untuk melantai di bursa saham itu merupakan kelanjutan dari pernyataan resmi perusahaan mengenai rencana tersebut dua tahun lalu.
LINE ialah aplikasi populer yang digunakan untuk berkirim pesan dan gambar secara gratis melalui internet.
Tidak hanya itu, aplikasi LINE juga memberikan layanan kepada penggunanya untuk dapat menelepon secara gratis dan melakukan video call.
Aplikasi itu mengombinasikan unsur-unsur dari tiga media sosial, Facebook, Skype, dan Whatsapp.
Saat ini, LINE cenderung populer di kalangan remaja di berbagai negara karena memberikan banyak pilihan stiker emoticon yang menarik dan lucu.
Mereka bahkan menggandeng desainer stiker lokal untuk memenuhi selera lokal.
Aplikasi tersebut mengklaim mereka memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan.
Kurang lebih separuhnya berasal dari luar Jepang, terutama dari Thailand, Taiwan, dan Indonesia, serta beberapa daerah berbahasa Latin, seperti Spanyol dan Meksiko.
Yang unik, LINE justru bukan pemain dominan di pasar Korsel, negara asalnya.
Di negara itu, aplikasi chat nomor wahid ialah Kakao Talk.
LINE diluncurkan pertama kali di 2011 pascagempa Tsunami Jepang yang merusak infrastruktur komunikasi dan membuat Jepang harus beralih menggunakan sistem daring agar bisa berkomunikasi.
Saat ini, perusahaan hendak melakukan ekspansi untuk memperluas pasar mereka di beberapa negara lain, salah satunya Amerika Serikat.
Di 'Negara Paman Sam' itu, LINE akan mendapat persaingan ketat dari Facebook Messenger maupun Snapchat.
(NYTimes/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved