Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan pelayanan investasi 3 jam dari Januari hingga Juni 2016 sudah memfasilitasi 59 perusahaan yang setara dengan nilai investasi Rp137,5 triliun. Dari investasi yang masuk terjadi penyerapan tenaga kerja 44.400 orang, dengan investor dari Indonesia hanya menyerap 1.735 orang.
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Lestari lndah mengungkapkan pelayanan investasi 3 jam lebih banyak memfasilitasi investor yang berinvestasi jauh di atas syarat yang ditentukan, yakni minimal Rp100 miliar.
Dari 59 perusahaan yang menggunakan layanan, paling banyak datang dari industri yang bersifat padat karya. "Sampai akhir tahun kami yakin akan memfasilitasi dua kali lipatnya," ungkap Lestari dalam acara Dialog Investasi Evaluasi dan Capaian Layanan Investasi 3 Jam di Kantor BKPM, Jakarta, kemarin (Kamis, 9/6).
Secara wilayah, layanan investasi 3 jam itu digunakan lebih banyak oleh perusahaan di luar Pulau Jawa ketimbang Pulau Jawa. Dari asal negara, terlihat perusahaan-perusahaan Tiongkok yang paling banyak menggunakan layanan tersebut dengan nilai Rp40,642 triliun atau US$2,95 miliar, disusul Malaysia dengan nilai Rp35,69 triliun atau US$2,67 miliar, Singapura Rp23,16 triliun atau US$1,727 miliar.
Untuk izin penggunaan tenaga kerja asing lewat layanan tersebut paling banyak digunakan perusahaan-perusahaan asal British Virgin Island yakni 12 ribu orang, Tiongkok 5.981 orang, gabungan negara 5.822 orang, Korea Selatan 4.625 orang, serta Hong Kong dan Tiongkok 4.450 orang.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan BKPM sudah bekerja dengan baik melalui berbagai program, tetapi masih terhambat permasalahan di tingkat daerah.
Banyaknya regulasi daerah diduga membuat investasi yang sepanjang 2015 disetujui sampai Rp1.800 triliun cuma terealisasi tidak sampai 40%.
"Selama ini yang menjadi persoalan, investasi masuk lebih banyak investasi capital insentive yang enggak terlalu bermasalah menghadapi persoalan memenuhi delapan produk perizinan tadi."
CEO Telkom Telstra Erik Meijer menambahkan, dengan potensi Indonesia yang masih besar, dia berharap layanan positif itu bisa dikembangkan untuk memberi kemudahan lain bagi investor.(Ire/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved