Jaga Stabilitas Harga, Kemendag Segera Gelar Pasar Murah

Gabriela Jessica Restiana Sihite
09/6/2016 22:18
Jaga Stabilitas Harga, Kemendag Segera Gelar Pasar Murah
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

MENTERI Perdagangan Thomas Lembong mengatakan akan melakukan berbagai upaya guna menjaga stabilisasi harga berbagai kebutuhan pokok hingga Lebaran. Dia menilai bakal melakukan pasar murah selama dua pekan di seluruh provinsi di Indonesia.

"Kita akan adakan pasar murah di kantor kita dan di seluruh Dinas Perdagangan daerah selama 15-28 Juni," ucap Lembong dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (9/6).

Menurut Lembong, pasar murah juga akan dilaksanakan di daerah-daerah perbatasan dan pulau terpencil yang sistem distribusinya terbilang sulit ditembus. Entikong, Kalimantan Barat, bakal menjadi salah satu daerah yang akan diadakan pasar murah.

Barang yang akan dijual di pasar murah ialah barang-barang yang termasuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2014. Beberapa di antaranya, minyak goreng, bawang merah, gula pasir, dan beras.

Selain pasar murah sebelum Lebaran, Lembong menyatakan pihaknya juga akan membentuk posko barang murah selama 2-8 Juli 2016.

"Kita juga akan tinjau ke pasar induk dan gudang penyimpanan untuk melihat setok, kelancaran distribusi, dan harga," ucap Lembong.

Dia mengklaim hingga saat ini pihaknya sudah melalukan beberapa hal guna menurunkan harga daging sapi dan harga kebutuhan pokok lainnya. Salah satunya dengan memberikan izin impor daging sapi beku kepada BUMN sebanyak 15 ribu ton dan 23.200 ton kepada swasta.

Selain itu, pihaknya sudah meminta Kementerian Perhubungan untuk tidak membatasi jalur distribusi barang kebutuhan pokok lewat jalur darat sampai hari keempat menjelang (H-4) Lebaran.

"Kita juga sudah minta asosiasi untuk tidak menahan stok, menaikan harga, dan menjual produk kedaluwarsa," tukas Lembong.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi VI dari Fraksi PDI-P Darmadi Durianto mempertanyakan mengapa setiap operasi pasar (OP), harga barang kebutuhan justru malah naik. Dia pun meminta Kemendag untuk menganalisis rantai distribusi seluruh barang kebutuhan pokok.

"Kami juga sudah ingatkan sejak tahun lalu kepada Bapak (Menteri) untuk memperhatikan suplai dan permintaan daging sapi, gula, dan lainnya. Apakah ini memang ada faktor eksternal? Kita minta Kemendag melakukan analisis rantai distribusi," ketusnya. (Jes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya