Harga Masih Tinggi, Pemerintah Tambah Impor Daging Sapi Beku

Gabriela Jessica Restiana Sihite
09/6/2016 19:29
Harga Masih Tinggi, Pemerintah Tambah Impor Daging Sapi Beku
(MI/Panca Syurkani)

BELUM turunnya harga daging sapi di pasaran membuat pemerintah menambah kuota impor daging sapi beku. Pemerintah bakal menambah rencana impor daging beku yang semula dialokasikan sebanyak 15 ribu ton kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 23.200 ton kepada swasta.

Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Rini Soemarno seusai rapat koordinasi tentang pangan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/6).

"Kita sudah jual terus daging sapi dengan harga Rp80 ribu per kilogram (kg), tapi masih tinggi di pasaran. Makanya kita masih coba akan ditambah terus," ujar Rini.

Sayangnya, Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang ikut hadir dalam rapat tersebut enggan berkomentar terkait rencana penambahan impor daging sapi beku.

"Ya kalau Bu Rini sudah komentari, saya tidak usah komentari lagi," cetusnya.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menandaskan hingga saat ini baru 2.050 ton daging beku impor yang sudah masuk ke Bulog. Adapun jatah kuota impor daging untuk Bulog sebanyak 10 ribu ton guna meredam harga daging sapi di pasaran.

Dengan singkatnya waktu Ramadan yang tinggal tiga pekan lagi, Djarot menilai hanya akan mampu mengimpor daging beku tidak lebih dari 3 ribu ton. Seluruh daging beku tersebut berasal dari Australia.

"Sudah dekat kan Lebaran, tidak cukup waktunya (untuk impor 10 ribu ton daging beku). Paling 3 ribu ton atau syukur-syukur lebih sedikit," pungkasnya.

Kendati demikian, Djarot berharap masih bisa menekan harga daging di pasaran. Karena itu, dia meminta kepada para pedagang daging di pasaran juga mau membantu pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi.

Menurutnya, pihaknya sudah memeroleh untung dalam menjual daging sapi dengan harga Rp80 ribu per kg.

"Kalau pemerintah saja tanpa subsidi dan tanpa bantuan khusus, bisa menjual daging dengan harga Rp80 ribu per kg sudah untung. Mari kita bayangkan teman-teman yang mau jual di atas Rp80 ribu per kg, cari untungnya berapa," imbuh Djarot. (Jes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya