Rantai Penjualan Beras Lokal Harus Dipangkas

Akmal Fauzi
07/6/2016 17:37
Rantai Penjualan Beras Lokal Harus Dipangkas
(Dok.MI)

KETUA DPR RI Ade Komarudin menilai pemerintah perlu memangkas rantai penjual beras lokal dari petani hingga ke konsumen. Harga beras lokal selama ini mahal karena rantai penjualannya yang terlalu panjang.

Bahkan, lanjutnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada delapan rantai penjualan mulai dari petani hingga ke konsumen.

"Beras lokal jauh lebih enak tapi sedikit lebih mahal. Karena apa, karena rantainya panjang. Ini peran negara untuk pangkas rantai ini," kata Akom sapaan akrabnya saat berkunjung ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (7/6)

Dikatakan Ade, Bulog sebagai pengelola logistik seharusnya bisa memangkas alur peredaran beras agar harga tetap terjangkau.

"Bulog harusnya bisa berperan untuk memotong mata rantai itu. Dan kami dorong pemerintah agar bulog kembali ke khitoh sebagai perusahan logistik agar beras loka terjamin harganya dan kualitasnya," ucapnya.

Sementara itu dari hasil peninjauannya, stok beras di Pasar Induk Cipinang saat ini mencapai 47.500 ton. Jumlah itu dikatakan aman untuk persediaan di bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri nanti.

"Stok beras di sini ada 47.500 ton per hari ini, jadi untuk persediaan puasa dan Lebaran aman," ujarnya.

Pasar Induk Beras Cipinang, kata Akom, selama ini memegang peranan yang memasok seluruh kebutuhan beras di wilayah DKI Jakarta. Menurutnya, jika persediaan beras aman, maka secara tidak langsung hal ini mengindikasikan pasokan bahan-bahan pokok lainnya juga turut terkendali.

"Di sini 70 persennya dipasok buat Jakarta. Kalau beras saja aman, artinya Sembako lain juga aman, karena beras ini patokan. Kalau beras enggak ada, bisa-bisa revolusi kita," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya