Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAH membayangkan bagaimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengontrol sektor yang mereka bawahkan? Lembaga itu ternyata punya cara cukup unik, yakni dengan menerjunkan mata-mata alias intel.
Tentunya para intel tersebut bukan ala aparat Badan Intelijen Nasional (BIN). Mereka sebenarnya ialah surveyor yang menyamar sebagai konsumen. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mendapat data mengenai pelayanan yang diberikan para pelaku usaha jasa keuangan.
Nah, supaya tidak jadi salah kaprah wewenang, para surveyor itu pun tidak tahu bahwa mereka sebenarnya sedang mengumpulkan data untuk OJK.
"Kita memang menggunakan intelijen untuk mengecek langsung ke lapangan. Jadi, misalnya, dia berpura-pura beli asuransi. Dia dijelaskan atau tidak secara detail mengenai asuransi? Kami juga ke bank, bertanya-tanya ke customer service," terang Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anton Prabowo, di Bogor, akhir pekan lalu.
Anton menjelaskan, penggunaan 'intel' tersebut tidak hanya dilakukan terhadap lembaga jasa keuangan. Mereka juga dikaryakan untuk menghimpun data dari masyarakat. Hal tersebut dilakukan lantaran OJK melihat bahwa banyak orang yang masih enggan mencari informasi kepada <>costumer service.
"Konsumen kita sering merasa gengsi untuk banyak bertanya kepada petugas costumer service, padahal petugas costumer service-nya cantik, bicaranya halus. Mungkin persepsinya kalau banyak bertanya dianggap tidak paham produk. Padahal, kita mendorong masyarakat untuk sebanyak mungkin bertanya, kritis tentang suatu produk yang akan dibelinya," beber Anton.
Spionase, menurutnya, diperlukan untuk mendapat data yang sahih, sebab jika pelaku jasa keuangan atau pihak konsumen menyadari mereka sedang disurvei OJK, dikhawatirkan, mereka akan melebih-lebihkan cerita mereka sehingga tidak lagi autentik.
Prinsip kerja agen intelijen itu berdasarkan hasil analisis pengaduan yang diterima OJK selama satu tahun. OJK akan meneliti bagian mana yang banyak dikeluhkan masyarakat dan lembaga itu akan langsung menerjunkan intelijen.
"Di akhir tahun, kita menganalisis pengaduan dan akan kita ambil topik tertentu. Kemudian kita akan mendesain skenario dan melakukan pemantauan di lapangan," kata dia.
Prosedur kerja para intel itu sudah ditentukan. Umpama, mereka akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang memang sudah disiapkan OJK. Saat menyurvei, mereka dipasangi alat rekam tersembunyi yang memungkinkan pihak OJK mengetahui percakapan antara sang intel dan agen asuransi atau karyawan jasa keuangan.
"Jadi saya tinggal duduk saja, jauh dari mereka, tetapi dapat mendengarkan percakapan mereka," beber Anton.(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved