Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai tahun ini akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui koperasi, khususnya bantuan kapal dan alat penangkap ikan. Mekanisme ini ditempuh agar bantuan yang diberikan efektif, tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan.
Hal itu diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berdialog dengan masyarakat dan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/6).
"Kita tidak bisa lagi memberikan kapal kepada KUB (Kelompok Usaha Bersama). Jadi KUB bapak harus diubah menjadi koperasi, karena koperasi berbadan hukum ada pertangungjawabannya," ungkap Susi melalui keterangan resminya.
Selanjutnya, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap akan memfasilitasi perubahan struktur KUB nelayan menjadi koperasi dengan meratifikasi dan membantu pengurusan surat-surat yang diperlukan. "Selesai pertemuan ini langsung buat koperasi, supaya kita bisa memberikan bantuan," tambahnya.
Susi juga mengatakan bahwa menjaga laut sudah menjadi komitmen pemerintah, nelayan hanya tinggal mencari ikan. Untuk itu, Ia mengharapkan cara-cara penangkapan ikan yang tidak benar, baik dengan trawl (pukat harimau), portas, dan bom ikan harus dihentikan.
Selain itu, Susi menginginkan hasil tangkapan nelayan harus dijual dengan benar. "Buat saja KUD, semua ikan yang ditangkap kemudian dilelang disitu. Supaya harganya tidak dimainkan tengkulak," tukas Susi.
Dalam hal permasalahan modal kerja, Susi meminta pemerintah daerah untuk mengajak kerjasama perbankan, untuk bisa memberikan kredit kepada nelayan. Nilai non performing loan (NPL) yang sudah turun diharapkan menjadi ajang bagi perbankan untuk memberikan pinjaman modal kepada nelayan.
Sedangkan terkait asuransi nelayan, Susi berharap hasil dari koperasi juga dapat disetorkan. "KKP masih dalam tahap negosiasi dengan pihak asuransi agar santunan kepada nelayan yang meninggal itu bisa mencapai Rp150 juta," ujar pendiri Susi Air tersebut. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved