Distributor Biang Kenaikkan Harga Pangan

Rudy Polycarpus
06/6/2016 22:17
Distributor Biang Kenaikkan Harga Pangan
(ANTARA/Aprillio Akbar)

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai ada masalah di rantai distribusi yang memicu kenaikkan harga kebutuhan menjelang hari raya. Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, ada banyak contoh yang menunjukkan permainan harga oleh distributor.

Salah satunya di Jambi, harga daging ayam melonjak.Sejumlah pedagang di pasar Jambi mengaku harga naik saat mereka membeli dari distributor.

Padahal, kata Syarkawi, harga seekor ayam dari peternak ke distributor tidak ada kenaikan. Contoh lain, harga bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur, naik. Padahal, pasokan bawang merah banyak karena sedang panen.

"Di Nganjuk, bawang merah sedang panen. Tapi di pasar malah ada kenaikan. Ini yang rantai distribusinya bermasalah," ujar Syarkawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).

Syarkawi menambahkan, daging sapi pun tak luput dari permainan. Sejumlah feedloter atau tempat penggemukan sapi, melakukan manipulasi harga. "Kami sudah memberikan hukuman pada 32 feedloter dengan denda total Rp l107 miliar," tegasnya.

Menurut dia, ada dua persoalan yang menyebabkan harga daging kerap membumbung. Pertama, data konsumsi daging sapi antar kementerian berbeda. Data konsumsi daging di Kementerian Koordinator Perekonomian 2,61 kg per kapita setiap tahun. Namun, di Kementerian Pertanian menyebutkan konsumsinya hanya 1,75 kg per kapita setiap tahun tahun.

"Kalau di sini saja ada perbedaan, menentukan kuota bagaimana dasarnya," ujar Syarkawi.

Persoalan kedua adalah masalah klasik menyangkut panjangnya eantau distribusi. "Selama ini sapi masuk ke feedloter, lalu ke RPH (Rumah Potong Hewan), ke ritel, baru masuk ke end user. Ternyata, dari feedloter ke RPH itu ada perantaranya, dan dari RPH ke ritel juga ada perantaranya," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya